Opini  

Catatan Prof Syahrial, Kota Amsterdam Selalu Menyenangkan

Waktu Tepat menunjukkan jam 9 malam Di bandara Schipol, Amsterdam ketika pesawat Turkey dengan no penerbangan TK 1955 yang membawa kami dari Kuala Lumpur mendarat. Cuaca sejuk dengan suhu 12 derjat di penghujung winter sangat terasa menyegarkan setelah duduk lebih kurang 14 jam dengan transit 4 jam di Istanbul, Turkey.

Dengan taksi kami terus menuju hotel yang berada di sebelah barat Kota Amsterdam sekitar 30 menit dari Bandara.Kedatangan kali ini ke kota Amsterdam saya ditemani Risky Syahputra, dosen FIK UNP bersama keluarga.

Kunjungan kali ini untuk menghadiri undangan mengikuti Talent Research into Practice: international expert meeting, yang baru akan diselenggarakan pada tanggal 8-12 April 2024 mendatang di dua Universitas di dua negara, Ghent university, Belgia dan Han University, Belanda.

Di dua universitas yang memiliki pakar-pakar sport science, dalam bidang Talent Identification and development (TID) yang di kenal luas oleh siapa saja yang menaruh minat pada bidang Khusus sport science, bagaimana mencari dan menemukan bakat anak-anak dalam kecabangan olahraga dan selanjutnya bagaimana menyiapkan lingkungan serta program yang disiapkan untuk membantu mengoptimalkan pengembangan bakat mereka dari berbagai aspek.

Tidak terasa sudah lima tahun kedatangan kami terakhir, 2019 setelah mengikuti pelatihan international dalam bidang serupa, TID yg diselenggarakan salah seorang penemu sistem identifikasi bakat dalam olahraga, Prof. Dr. Johan Pion, yang telah berkali-kali datang ke Kota Padang atas undangan kami dan Fakultas ilmu Keolahragaan Universitas Negeri Padang (FIK UNP) dalam rangka sebagai keynote speaker pada international conference yang diselenggaraksn FIK UNP, serta berbagai kegiatan lainya dengan KONI Sumatera Barat, pelatihan TID bagi guru penjas dan pelatih serta melakukan penelitian merancang artickel bersama tentunya, Prof. Dr. Johan Pion, juga merupakan dosen tamu FIK UNP, yang aktif memberikan perkuliahan baik untuk mahasiswa S1, S2 dan S3.

Sengaja kami datang lebih cepat menghadiri pertemuan adalah untuk mengunjungi salah seorang mahasiswi dari program studi ke pelatihan olahraga HAN University, Rossa yang magang selama 3 bulan pada tahun 2021 yang tinggal bersama kami di Kota Padang.

Pagi jam 10 Rossa sudah datang menemui kami di hotel, setelah berbincang2 menanyakan berbagai hal tentang keluarga dan kota padang dan kami juga mendapatkan banyak hal tentang studi dan pekerjaanya saat ini, yang memenej klub rowing untuk anak-anak, mulai mendapatkan anak-anak, menyiapkan program agar anak-anak terus termotivasi berlatih.

Rossa membawa kami ketempat-tempat yang biasa dikunjungi turis apabila berkunjung ke Amsterdam yang tidak membosankan. Suhu semakin Dingin dengan sekali-kali gerimis, ciri Kota Amsterdam di penghujung Winter.
Jalan terbaik untuk berjalan kaki dari Pagi sampai siang adalah diantaranya, Dam Square dan Central station, dimana terletak di Pusat perbelanjaan De Bijenkorf, Madame Tussaude serta banyak Pusat perbelanjaan lainya.

Disalah satu bangunan sedang berlangsung Pameran Indonesia Raya, yang baru dimulai tanggal 1 April. Kami menelusuri gang yang dipenuhi banyak turis, karena menurut Rossa mereka memang turis, karena saat ini bukan hari libur di Belanda. Kota Amsterdam selalu menyenangkan.(**)