Edy Susanto: Mereka Bilang, Kami Bukan Atlet Sumbar

 Olahraga

EDY SUSANTO

Pelatih cabor sepatu roda Sumbar, Edya Susanto menyesalkan sikap dan prilaku oknum pengurus Porserosi Sumbar yang selalu bertindak arogan dan pilih kasih terhadap atlet. Akibat perbuatan itu bisa saja cabor ini terancam tidak lolos PON XX Papua.

Kenapa bisa tidak lolos PON XX? Sebab, penentuan lolos berdasarkan ranking yang dibikin PB Porserosi. Tahun 2016, atlet Sumbar masuk dalam daftar ranking 10 besar nasional.” Jika tahun ini, Sumbar melorot hingga ranking 15 jangan harap bisa lolos PON. Bagaimana agar ranking kita bertahan tentu mesti banyak ikuti kejuaraan nasional dan mengirim atlet sebanyak mungkin,” jelas Edy Susanto.

Ini kan tidak, kata Edy, atlet potensial yang punya catatan waktu juara nasional mereka habisi dengan alasan tak masuk akal.”Mereka bilang, kami bukan atlet Sumatera Barat. Padahal, atlet ini sudah membela Sumbar ketika Pengrov Porserosi belum lahir di tanah Minang,” ujarnya.

Harusnya pengurus Porserosi mengucapkan terimakasih kepada atlet yang telah mengharumkan nama Sumbar di nasional. Ingat sebelum pengurus ini terbentuk. Atlet tersebut sudah membela nama Sumatera Barat. “Kami sebagai atlet Sumbar merasa dianak tirikan  ulah segelintir oknum yang tak bertanggungjawab,”kata Edy yang juga Kabid Binpres sepatu roda Sumbar.

Sebagai pelatih binaan KONI Sumbar, Edy Susanto sempat diusir oleh Arfan Rosyda ketika mengikuti selekda di Kabupaten Padang Pariman. Namun begitu, dia tetap sabar dan tidak meladeni prilaku kurang elok itu.”Saya tidak tahu kenapa dia tidak senang, padahal sama-sama pengurus,” ucapnya.

Edy Susanto memprediksi, atlet Sumbar kemungkinan gagal lolos PON XX. Sebab, dari hasil catatan waktu yang dia dapat limitnya jauh dibandingkan provinsi lain. Ini bukan, asal bicara.”Saya punya data dan catatan waktu semua atlet yang ikut Pra PON. Kita lihat saja hasilnya, kalau mereka pulang diam-diam berarti gagal,” sebutnya.

Saat ini, Edy telah mempersiapkan lima atlet masa depan Sumbar yaitu, Rifan, Djua Praja, Ema Nuela, Nabil Chandra dan Jimi Nabil. Mereka langsung digembleng oleh Edy Susanto di Semarang,”saya haturkan terimakasih kepada pengurus Porserosi Jateng yang ikhlas mempersilahkan atlet Sumbar latihan. Sebab, sirkuitnya sudah berstandar dunia beda dengan  di Padang Pariaman, tidak memenuhi syarat nasional,” katanya. (almadi)

banner 468x60

Related Posts