Wagub Sumbar : Jika Transpotasi Sudah Bagus Mentawai Dapat Keluar dari Ketertinggalan

  • Bagikan

IMG-20190207-WA0015

Tua Pejat – Mentawai merupakan salah satu daerah tertinggal di Sumatera Barat yang memiliki potensi kepulauan wisata bahari yang hebat, ombak surfing, perikanan dan keindahan suasana pulau-pulau yang indah.

Hal ini disampaikan Wakil Gubernur Sumatera Barat Nasrul Abit pada saat acara pertemuan Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dengan Organisasi Perangkat Daerah (OPD)Pemkab Kepulauan Mentawai, Forkompinda, Tokoh lintas agama, tokoh masyarakat, Rabu malam ( 6/2/2019).

Wagub Nasrul Abit mengakui ditugaskan Gubernur Sumbar agar tiga daerah khusus cepat keluar dari kategori daerah tertinggal.

Salah satunya Mentawai, percepatan pembangunan harus segera dilaksanakan, di mulai dari pembangunan infrastruktur, jalan, jembatan dan pelabuhan untuk daratan.

Karena persoalan mendasar Pemkab Mentawai adalah terkendala akses tranpotasi jalan dalam memberikan pelayanan dan memotivasi masyarakat untuk berperan serta dalam pelaksanaan pembangunan.

Kemudian masuk pada pelaksanaan pembangunan pelayanan dasar, pengadaan air bersih, penerangan listrik, perumahan, pelayanan kesehatan dan pendidikan.

Berikutnya yakni pembangunan infrastuktur telekomunikasi, karena sulitnya kegiatan komunikasi antar pulau dimana masih banyak daerah tidak terkoneksi jaringan.

Wagub Nasrul Abit juga menyatakan, saat ini telah ada konsep pembangunan jalan Trans Mentawai, yang telah dilakukan secara bertahap, sepanjang 393 km, dimana saat ini sudah berjalan sepanjang 63 km.

Di Siberut juga direncanakan pembangunan jalan lintas barat sejauh 183 km untuk membuka keterisoliran daerah yang juga nanti bertumpu pada pelabuhan Labuah Bajau.

Pelabuhan Labuhan Bajau, selain membuka akses pelabuhan dengan Nias, juga mendekatkan akses trans laut dengan pelabuhan Teluk Bayur di Kota Padang.

Diperlukan juga pembangunan bandara di Siberut dalam mendukung kemajuan Pariwisata Kepulauan Mentawai pada lokasi Kawasan Ekonomi Khusus (KEK Mentawai).

“Jika semua infrastruktur jalan dan transportasi dapat diselesaikan tentu pelayanan sosialisasi kebencanaan dan penyiapan masyarakat akan kesiapsiagaan dan penanggulangan bencana akan lebih mudah untuk dijangkau, jemput bola, “pungkasnya.(*)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan