Syaiful: KONI Sumbar Salah Ambil Kebijakan Tantangan Penjara

 

 

ketum koni

 

Ketua KONI Sumbar, harus wira-wiri ke Kajati Sumbar berkat laporan cabang olahraga dayung. Tak hanya itu, Polda Sumbar ikut memanggil Syaiful kasus yang sama. Bahkan, Komisi V DPRD Sumbar bikin agenda khusus mempertanyakan diskriminasi KONI terhadap cabor dayung.

Syaful mengakui tak terhitung kali dipanggil Kejaksaan Tinggi Sumbar.” Tapi semua sudah dijelaskan uang yang diberikan kepada pengurus PODSI. Saya perlihatkan bukti siapa oknum yang mengambilnya,” ujar Syaiful, pada pertemuan dengan anggota Komisi V DPRD Sumbar, Rabu, (14/10).

Pada pertemuan itu, DPRD Sumbar menegaskan KONI harus selektif mengirim atlet menuju PON XX Papua. Kalau atlet tersebut tidak punya peluang meraih medali jangan dikirim. “Sebab ke Papua menelan anggaran yang cukup besar ke sana,” ujar Donizar, Wakil Ketua Komisi V DPRD Sumbar.

Apa yang dikemukakan dalam rapat Komisi V DPRD Sumbar, Syaiful harus tunduk tidak boleh melewati garis yang sudah ditetapkan. Jika kebijakan Ketua KONI ada indikasi korupsi pihak penegak hukum langsung mencokoknya. Artinya, korupsi bukan menyalah gunakan keuangan, tapi kebijakan yang bikin peluang korupsi.” Jadi saya harus hati-hati mengambil kebijakan sebab tantangannya penjara,” ujar Syaiful ketika menerima Ketua PABSI Sumbar, Mohidin Sadar, Senin (2/11).

Jabatan Ketua KONI Sumbar tidaklah gampang, banyak resiko yang dihadapi. Ini terbukti, setiap program yang dibikin ada saja tidak setuju. Meski tujuannya demi kemajuan olahraga Ranah Minang. Mereka yang tak sejalan, mencari celah dan menghasut atlet bencinya ke sampai ke ubun-ubun ke KONI. Tak puas bikin laporan ke Kajati, tak puas juga bikin lagi laporan.

“Mereka bikin laporan hanya modal selembar kertas ke Kajati, tapi kita yang diperiksa habis waktu meladeninya. Ini saya takutkan jadi Ketua KONI, makanya saya tidak mau jabatan tersebut. Sebaik apa pun kita lakukan pasti ada yang tidak senang. Kalau saya sebagai Ketua KONI pasti bedalah dengan Syaiful cara pemeriksaanya,” ujar Budi Syukur Ketua PASI Sumbar.

Selaku KONI satu, wajar Syaiful hati-hati mengrim atletnya ke PON Papua. Sebab, banyak mata yang melihat dan mencari titik lemah agar diperiksa lagi ke penagak hukum. Seperti dia ucapkan saat menerima Ketua PABSI Sumbar. “Bagi atlet yang tidak ada kemajuannya sampai bulan Januari 2021, tidak akan dikirim ke PON Papua. Karena, KONI sudah berikan waktu selama pandemi Covid-19 melakukan latihan. Kita akan lalukan test pada semua atlet yang lolos PON,” ucapnya.

Syaiful sudah kerap kali menghimbau agar memanfaatkan waktu ditundanya pelaksanaan PON XX dengan berlatih keras. Tapi ketika diminta progres latihan banyak yang enggan memberikan laporan perkembangan atletnya. Contoh, atlet angkat besi, Mayang dan Pardani prestasinya melorot dibandingkan saat lolos PON.”Saya tegas-tegas saja. Dari pada masuk penjara salah mengambil kebijakan lebih baik tidak dikirim,” jelasnya.

Ketegasan Ketua KONI Sumbar rupanya sudah didukung DPRD dan Kajati. Artinya, Syaiful tidak dapat mengirim atlet sekehendak hatimya. Ingin selamat patahui protokol hukum, kalau tidak bui menanti.”Saya harus menjalankan hasil pertemuan dengan anggota Komisi V DPRD Sumbar dan Kajati,” ucapnya. (almadi)

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Rombongan Tim Formatur Pengprov PABSI Sumbar terpilih, kunjungi KONI Sumbar.

PADANG – Ketua Umum KONI Sumbar Syaiful, SH, M.Hum menerima kunjungan Tim Formatur PABSI Sumbar diruang kerjanya, jalan Rasuna Said Padang,

(Senin / 2-11-2020).

Lebih lanjut dikatakannya bahwa “KONI Sumbar sangat mendukung dibentuknya Cabang Olahraga Perkumpulan Angkat Besi Seluruh Indonesia (PABSI), yang notabene merupakan organisasi cabang olahraga baru. Yakni pecahan dari Persatuan Angkat Besi, Angkat Berat, dan Binaraga Seluruh Indonesia (PABBSI).

Cabor ini secara resmi telah dibubarkan pada Rapat Kerja Nasional (Rakernas) KONI Pusat di Jakarta, 25-27 Agustus 2020 lalu”, sebutnya.

Syaiful berharap “agar pengurus yang ditunjuk adalah betul-betul orang-orang yang pekerja keras, menguasai tugas dan banyak waktu untuk mengelola Cabor PABSI. Jalankan organisasi dengan sungguh-sungguh, ayomi para insan olahraga angkat besi demi kemajuan organisasi”.

Diingatkannya pengurus PABSI yang beberapa waktu mendatang akan dilantik oleh PB PABSI, diminta untuk menyiapkan event Kejurda Angkat Besi secara berkala setiap tahunnya, agar bibit-bibit muda angkat besi akan bermunculan dari kabupaten dan kota”.

Ia juga menyebutkan, bahwa “ada 2 (dua) orang atlet PABSI masing-masing Mayang Sari dan Pardani yang lolos PON XX 2021 Papua, yang saat ini tengah menjalani TC berjalan yang dikelola KONI Sumbar.

Dari hasil evaluasi terakhir, keduanya belum memberikan hasil yang menggembirakan, ujar pengacara Senior ini mengakhiri pertemuan singkatnya dengan rombongan tim formatur PABSI Sumbar.

(Mediahumaskoni).

 

Tinggalkan Balasan