Santri Ponpes Serambi Mekkah Long March Dukung Tangkap Penista Agama

  • Bagikan

longmarch-ponpes-serambi-mekkahPadangpanjang-500 santriwan dan santriwati serta guru dari Pondok Pesantern Serambi Mekkah, lakukan long march Juma’t 04/11 dengan pengawalan dari kepolisian dari Polres Kota Padangpanjang, kegiatan ini bertujuan sebagai bentuk dukungan santri Ponpes Serambi Mekkah untuk mengawal fatwa MUI Pusat dan tangkap penista agama, koordinator long march santri Ponpes Serambi Mekah ini menyebutkan kasus ini sebagai pembelajaran untuk semua.

Koordinator long march yang juga kepala sekolah SMA Uswatuh Hasanah Ponpes Serambi Mekkah Suhefriandi, menyebutkan santri Ponpes Serambi Mekkah minta turun kejalan dan pesantren hanya bisa memfasilitasi dan berkoordinasi dengan pihak kepolisian, aksi long march yang dilakukan, tidak ada kaitannya dengan etnis dan masalah Pilkada DKI karena kegiatan ini panggilan hati nurani santri.

“Materi kegiatan long march santri ini kawal fatwa MUI dan tangkap penista agama, kami berharap ini pembelajaran bagi kita semua, anak-anak semuanya minta turun kejalan dan pesantren tidak bisa menahan, pesantren hanya memfasilitasi dan berkoordinasi dengan kepolisian dan alhamdulillah, kepolisian mengawal kegiatan ini, kami tidak ada maksud apa apa, tidak ada maksud menghina etnis dan tidak ada hubungannya dengan Pilkada DKI atau segala macamnya tidak ada, ini karena panggilan hati kecil santri ini saja,” ungkap Suhefriandi pada Sumbarpost Jum’at 04/11.

Dalam aksi demo 4 November di Jakarta, satu guru Ponpes Serambi Mekkah Kota Padangpanjang bergabung dengan ribuan pendemo lainnya, menurut Suhefriandi, aksi long march damai yang dilakukan adalah bentuk dukungan kepada peserta demo damai di Jakarta.

“Inilah bentuk kami dalam membela, kalau agama kita dinistakan oleh orang, ini adalah anak-anak SMA yang terikat pelajaran di pesantren, karena mereka tidak bisa pergi ke Jakarta jadil inilah yang bisa kami lakukan sebagai bentuk dukungan,” tambah Suhefriandi.

Aksi long march santi Ponpes Serambi Mekkah yang juga melibatkan para guru ini berjalan damai dan lancar, menempuh perjalanan kepusat kota, pasar kuliner, SMA Negeri 2 dan keluar disimpang SMP Negeri I dan kembali ke pesantren di kelurahan Guguak Malintang Kecamatan Padangpanjang Timur, di belakang rombongan terlihak Kapolres Kota Padangpanjang AKBP Cepi Noval didampingi aparat TNI yang ikut dalam rombongan, guna mengawal kegiatan tersebut.

AKBP. Cepi Noval pada Sumbarpost mengatakan dalam melakukan pengawalan aksi long march santri Ponpes Serambi Mekkah, Polres menerjunkan sebanya 150 personil, dalam melaksanakan pengawalan, personil Polres ditekankan untuk sabar, waspada dan tidak memprofokasi dan tidak terprofokasi.

“Kegiatan long march yang dilaksanakan kita berikan kebebasan dalam menyampaikan aspirasinya, karena itu dilindungi oleh undang-undang, kewajiban kami, kami mengawal dan mengamankan kegiatan ini dan masyarakat laksanaan kegiatan rutin, jangan terganggu dengan long masrch ini dan jangan terprofokasi juga, saya harapkan masyarakat merasa aman dan tentram dengan kehadiran kepolian dan TNI dilapangan,” tegas AKBP Cepi Noval.

Pantauan sumbarpost, sepanjang perjalanan long march yang dilaksanakan santri Ponpes Serambi Mekkah, para santri juga membawa spanduk dan atribut lainnya dilengkapi gambar Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok dengan tema kawal fatwa MUI dan tangkap penista agama, aksi ini juga menjadi tontonan masyarakat, meskipun demikian aksi long march berjalan aman hingga santri kembali ke pondok pesantren. (In)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan