PRSI Agam Berjuang Keras di Porprov XIV

  • Bagikan

 

img_4649

Padang – Persatuan Renang Seluruh Indonesia (PRSI) Kabupaten Agam telah mati-matian berjuang demi mengharumkan daerahnya. Meski pada hari pertama, Rabu (23/11), belum berhasil mendulang medali. Namun, lima dari 14 atlet yang dibina oleh pelatih Surya Ganda dan Joni Safri ini berhasil masuk final.

Kelima atlet dimaksud yakni Noval Fadli yang turun di nomor 400 meter gaya bebas, Putri fiona dan Arifa Miranda di nomor 400 Meter gaya bebas. Kemudian Nasywaa H.R di nomor 200 Meter gaya ganti, dan Mirza Selsa Aulia di nomor 100 Meter gaya dada.

“Lima atlet kita berhasil masuk final, namun kita pada final hari pertama ini, sepertinya perjuangan kita belum membuahkan hasil, namun kita tetap optimis bisa berikan yang terbaik untuk mengharumkan nama daerah,” ucap Pelatih Renang Kabupaten Agam Surya Ganda didampingi Joni Safri pada Sumbarpost.com.

Kendati hari ini memang keberuntungan belum berpihak kepada Agam, tapi pihaknya yakin seluruh perenang yang belum tampil akan terus berusaha berjuang semaksimal mungkin untuk meraih medali medali emas.

Keoptimisan yang disampaikan kedua pelatih renang Agam ini bukan tanpa alasan. Pasalnya seluruh perenang sudah dipersiapkan dari jauh-jauh hari dengan intensitas latihan setiap hari di kolam renang tipe B di Lembah Segar Lubuk Basung menjelang Porprov dilaksanakan.

Akan tetapi di Porprov tahun ini, PRSI Agam dikatakan Surya Ganda tak pasang target muluk-muluk, yakni hanya membawa pulang dua medali emas saja. Karena atlet yang turun di ajang pesta olahraga terbesar di Sumbar ini, banyak menurunkan perenang belia yang memiliki postur tubuh lebih kecil dari lawan, namun pengalaman bertandingnya sudah teruji.

“Lihat saja postur badan atlet kita dengan lawan jauh berbeda. Atlit kita saja start dan melompat kira kira 2 Meter jangkauan nya, sedangkan atlit yang sudah SMA apalagi Mahasiswa sekali melompat ke kolam bisa mencapai 4 – 5 Meter,” ucapnya.

Sementara itu Joni Safri menambahkan, untuk mencetak atlet berbakat memang diperlukan kesabaran. Karena atlet handal lahir dari latihan di usia dini. Disamping itu juga di perlukan sarana dan prasarana lengkap dalam latihan rutin.

Ia juga berharap dukungan penuh dari KONI Agam dan Pengcab, khususnya sarana dan prasarana. Dimana hal itu merupakan komponen penting agar kedepan nya cabor renang akan selalu jadi cabor unggulan kabupaten Agam.(er-ji)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan