Program Pengembangan Klaster KPw BI Sumbar Upaya Pengendalian Inflasi dan Pengembangan Potensi Ekonomi Daerah

  • Bagikan

puji-bankindonesia

Padang – Sumber utama tekanan inflasi Indonesia banyak dipengaruhi supply side (sisi penawaran) yang disebabkan gangguan produksi, distribusi maupun kebijakan pemerintah, khususnya terkait komoditas bahan pangan.

Saat ini komoditas bahan pangan merupakan penyumbang utama inflasi di Indonesia. Dalam situasi dan kondisi seperti itu, dan sejalan dengan tujuan mengendalikan laju inflasi, Bank Indonesia dinilai perlu turut serta menjaga ketersediaan pangan.

Kecukupan ketersediaan bahan pangan dipercaya mampu menjaga sisi supply sehingga mampu meredam gejolak harga sekaligus membantu mengendalikan laju inflasi.

Kepala Bank Indonesia Sumbar Puji Atmoko mengungkapkan keikutsertaan Bank Indonesia menjaga sisi supply itulah yang kemudian diwujudkan dalam bentuk program pengembangan klaster komoditas bahan pangan.

Adapun kriteria pemilihan komoditas bahan pangan yang akan dikembangkan dengan model klaster, selain komoditas yang menjadi sumber tekanan inflasi, komoditas yang berorientasi ekspor dan komoditas yang merupakan unggulan di wilayah Sumbar merupakan jenis-jenis komoditas pilihan yang bisa dikembangkan pula.

Sehingga dijelaskan Puji, program pengembangan klaster yang dikembangkan oleh Bank Indonesia bersama-sama dengan pemerintah daerah setempat tidak hanya bertujuan untuk mengendalikan inflasi di daerah tetapi juga untuk mengembangkan potensi ekonomi daerah bersangkutan.

Saat ini, program klaster yang sedang dijalankan oleh KPw BI Sumbar berjumlah 4 klaster yaitu: a) klaster cabai merah di Nagari Pandai Sikek, Kabupaten Tanah Datar; b) klaster pembibitan sapi di Kinali, Kabupaten Pasaman Barat; c) klaster hortikultura di Kota Payakumbuh; d) klaster sapi perah di Kota Padang Panjang yang dipantau secara terus menerus perkembangannya bersama-sama dengan instans terkait.

Pihaknya mengharapkan setelah 3 tahun pelaksanaan perogram pengembangan klaster tersebut, masing-masing klaster menjadi mandiri dalam melanjutkan dan mengembangkan usahanya, baik dari sisi produksi, pemasaran, kelembagaan dan akses keuangan.

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan