Prof Phil Yanuar Kiram : Tinggalkan Pembinaan Tenggang Rasa

  • Bagikan

InShot_20170314_092215

Padang – Pembinaan atlet mustahil apabila kebutuhan gizi atlet tak bisa terpenuhi, serta memiliki dana yang cukup. Jika itu terjadi pada olahraga Sumbar, maka pembinaan atlet akan sia sia, dan harapan meraih prestasi takkan terwujud.

Hal tersebut disampaikan oleh pakar olahraga Universitas Negeri Padang Prof Phil Yanuar Kiram dalam Rakernis Dispora se Sumbar Rabu (14/3)di salah satu hotel berbintang di Padang.

Dikatakan Yanuar Kiram, gizi sangat penting untuk perkembangan atlet. Mustahil kiranya atlet berprestasi, apabila gizi tak terpenuhi, sekalipun atlet dimaksud memiliki bakat dan potensial.

Yanuar Kiram pun menganalogikan, anjing berburu yang selalu mendapat vitamin dan gizi yang cukup dari tuannya, agar bisa berburu dengan baik dan selalu dalam keadaan sehat ketika berburu.

“Anjing berburu walaupun tugasnya memburi dan hanya berlari, tapi sang pemilik selalu mencukupi gizinya. Apalagi manusia, tentu semua kebutuhan gizinya terpenuhi ketika latihan maupun bertanding,”ujarnya.

Kunci lain dari keberhasilan Sumbar untuk berprestasi adalah jauhkan rasa tenggang rasa dalam membina atlet. Atlet yang akan diturunkan ke arena besar, harusnya atlet yang benar-benar siap.

“Saya melihat di Sumbar pengalaman tenggang rasa yang banyak dalam membina atlet. Nah itu yang harus ditinggalkan sekarang. Perkembangan atlet harus di cek sesuai iptek yang ada,”pungkas pria yang pernah menjabat Rektor UNP ini. (ridho)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan