Perlunya Sinergi Dalam Pembuatan Grand Desain Kependudukan

  • Bagikan

bkkbn

Padang – Guna menselaraskan program mengatasi permasalahan penduduk di Sumatera Barat tahun 2017 yang akan datang, Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana (BKKBN) Sumbar gelar rapat koordinasi dengan pihak terkait pada Rabu (14/12) di Kantor BKKBN Sumbar Jalan Khatib Sulaiman Padang.

Kepala BKKBN Sumbar Syahrudin dalam sambutannya mengatakan pembuatan grand desain pembangunan kependudukan dan keluarga berencana kedepannya bertujuan demi mensejahterakan penduduk Sumbar sendiri.

Diakui Syahrudin, pihaknya secara kuantitatif sudah melakukan penyusunan grand desain itu sendiri pada akhir tahun ini. Tinggal lagi bagaimana menyusun secara kualitatif bersama Dinas Kesehatan, Dinas Sosial, Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi. Sehingga bisa ditularkan ke kabupaten dan kota.

Program ini pun dikatakan Syahrudin bukan hanya pengendalian penduduk saja, akan tetapi bagaimana bisa membangun SDM yang handal. Dalam Perpres 51 tahun 2013, ada lima aspek untuk membangun SDM handal dimaksud.

“Lima aspek itu bukan hanya menjadi tanggung jawab BKKBN, tapi juga pihak lainnya. Sehingga terdapat penyelarasan grand desain memperhatikan dinamika penduduk, urbanisasi, mortalitas, fertilitas, dan lain sebagainya,”ucap Syahrudin.

Ditempat yang sama Kepala Deputi Bidang Pengendalian Penduduk Dr Wendi Hartanto mengungkapkan bahwa permasalahan penduduk sangat komplek, karena permasalahan ini melibatkan lintas sektor.Oleh karena itu, BKKBN perlu berkoalisi dalam berbagai forum kependudukan, karena memang BKKBN tidak bisa bekerja sendiri.

Diantara semua stakeholder yang menangani kependudukan pun dijelaskan Wendi tak bisa menjalankan perencanaan masing-masing. Karena perencanaan yang dibuat takkan bisa jalan jika tanpa koordinasi.

“Penduduk titik sentral pembangunan. Apapun pembangunan yang dilakukan pasti bertujuan untuk mensejahterakan penduduk, bagaimana penduduk bisa sejahtera, bahagia, dan berkualitas baik,”pungkasnya.

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan