Metode Latihan Gulat Sudah Kuno, Wajar Sumbar Pesimis di PON XX Papua

  • Bagikan

Padang-Metode latihan cabang olahraga gulat yang diterapkan pelatih Ediswal menuju PON XX Papua sudah kuno dan ketinggalan zaman. Beda dengan provinsi lain yang menggunakan sport science untuk meningkatkan kemampuan atletnya demi meraih prestasi.

“Saya sudah melihat beberapa provinsi yang meninggalkan pola latihan kuno tersebut. Mereka beralih ke sport science dan latihan ke luar negeri sebelum pandemi Covid-19 mewabah,” ujar mantan pegulat Sumbar Tarmizi Mawardi, Sabtu, (7/8/21).

Kenapa daerah lain ingin maju sedangkan Sumbar masih berkutat dengan kebanggaan masa lalu. Harusnya pelatih Ediswal dengan seabrek jabatan vital yaitu, Sekum PGSI Sumbar dan Wakil Ketua I KONI Sumbar berfikir maju untuk pengembangan prestasi gulat. “Ini kan tidak, bangga dengan prestasi masa lalu, sementara daerah lain sudah maju dalam pembinaan dengan menggunakan tekhnologi modren,” ucapnya.

Tarmizi menilai dengan metode kuno tersebut mustahil pegulat Sumbar mampu bersaing dengan provinsi lain. Sebab, latihan yang diterapkan masih itu-ke itu juga sejak dia aktif jadi pegulat era 80-an.”Saya pesimis pegulat Sumbar dapat meraih medali emas PON XX Papua,” ujarnya.

Penilain Tarmizi itu bukan tanpa ada alasan, pemegang sertifikat pelatih gulat internasional (FILA) tersebut mengatakan, banyak yang harus dibenahi jika cabor gulat Sumbar ingin berprestasi di PON XX. Pertama, SDM pelatih dan tekhnik sekarang jauh berbeda dibandingkan era 80-an.”Sekarang tekhnik gulat simple saja tapi efektif,” ujarnya sembari memperagakan satu tekhnik jatuhan.

Selama di negara Paman Sam USA, Tarmizi mengembangkan ilmu kepelatihannya. Dia berhasil lulus dengan nilai terbaik dan meraih sertifkat dari FILA tanggal 24 Oktober 2013 di Las Vegas. Jadi wajar dia menilai metode latihan yang digunakan Ediswal sudah kuno.

Ketika dikonfirmasikan ke Ediswal soal metode latihan yang digunakannya. Menurut Sekum PGSI Sumbar itu, latihan gulat tidak berobah sejak dulunya.”Polanya tidak ada berubah masih tetap itu ke itu juga. Lagian mana cocok gaya latihan di Amerika Serikat dengan Sumbar,” jelasnya. (almadi)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan