Komisi I DPRD Padang Pariaman Studi Banding Ke Lombok

  • Bagikan

lombok

Lombok,SP. Berbagai Aspirasi bisa diwujutkan dalam aplikasi serta penerapan mendasar dari Kunjungan Kerja Dewan.

Tata kelola pemberdayaan sektor wisata di Pulau 1001 masjid Lombok Nusa Tengara Barat dilakukan dengan pemahaman mendalam terhadap lingkungan masyarakat , pelaku wisata pemerintahan, akademisi, tokoh budaya ,dan media.

Demi tercapai suatu tujuan kunjungan wisata yang memiliki nilai jual tinggi kesuatu daerah perlu pemdalaman kajian khusus untuk membuat daya tarik para turis ingin berbetah diri dilokasi tujuan wisata tersebut.

Salah satu yang dilakukan Pemerintah Daerah Lombok tengah yaitu memadupadankan antara pelaku wisata , sayarakat, media, memerintah dan tokoh budaya .

Tanpa didukung oleh lima komponen ini rasanya kami (Dinas Pariwisata Loteng) juga sia-sia mewujutkan kunjungan wisata .

Kemampuan Pengelolaan wisata oleh Kepala Dinas Pariwisata Lombok Tengah H.Lalu Putia S.Pd. M.Pd. menyampaikan dalam rapat kerja Dewan di Loteng, Kami memilki keterbukaan terhadap pendatang dengan pelayanan konsep berbudaya khas lombok tengah.

Lombok tengah mampu menbatasi dan mengelola antara wisata , agama, dan budaya serta termasuk 10 destinasi wisata utama dan selalu bersinergi dengan berbagai unsur .

Pelayanan terhadap tamu merupakan modal dasar kami demi mewujutkan keakraban dan raa nyaman dipulau lombok,

Lebih lanjut Lalu Pitria menyampaikan masyarakat kami ajarkan rasa tanggung jawab yang mana agama , wisata, dan budaya kesemua itu berjalan sesuai dengan Koridornya dan tidak saling tabrak meskipun ditempat wisata ketika ada budaya dan norma agama yang terlanggar kami selalu memberikan solusi kepada wisata sama – sama saling menjaga etika dan norma – norma adat .

Untuk menjaga kenyamanan tersebut tidak mesti dari pemerintah setempat karena masyarakat kami  sudah mampu dan terlatih melalui komunitas – komunitas kecil dari masyarakat akhir lalu.

Selepas dari pertemuan dengan pemkab Loteng ketua komisi I DPRD Padang Pariaman Syahrul DT Lung juga menyampaikan kepada Wartawan Media ini Banyak yang disimpulkan dan pedomani terutama membentuk karakter masyarakat dalam persamaan persepsi untuk membangun daerah .

Dalam pembangunan daerah bukan selain fisik yang paling utama adalam membangun karakter sumber daya manusianya dan itu merupakan tangungjawab kita bersama sesuai dengan Adat basandi sarak sarak basandi kitabbullah ini sangat pentinng demi terciptanya pembangunan daerah diberbagai sektor .

Sebagai masyarakat yang berbudaya kabupaten Padang Pariaman memiliki kamampuan tinggal kita jalani ,jaga, budayakan , dan jadikan sebagai kunci keberhasilan cetusnya  ( Syamsul)  

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan