Kinerja BKKBN Sumbar Tahun 2016 Menggembirakan

  • Bagikan

syahrudin-bkkbn-sumbar

Padang – Kinerja Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Sumatera Barat selama tahun 2016 cukup menggembirakan. Pasalnya beberapa target kinerja terpenuhi, kendati minim anggaran akibat kebijakan Kementrian Keuangan.

Realisasi kinerja tertinggi diperoleh Pasaman Barat dengan 104 persen, Kota Padang Panjang 99,13 persen, serta Kota Padang 94 persen. Kinerja terendah dicatat Kabupaten Mentawai dengn angka realisasi hanya 38 persen.

Sementara itu alat kontrasepsi yang paling diminati oleh peserta KB adalah suntik KB dengan presentase 48,5 persen, Pil KB 21,48 persen, Implan 13,61 persen, IUD 7,12 persen, dan Kondom 4,28 persen

Pelayanan KB di dominasi oleh fasilitas kesehatan pemerintah dengan presentase 58 persen, Faskes praktek bidan 35,9 persen, Praktek dokter 2,9 persen, dan Faskes KB swasta 1,3 persen

Kepala BKKBN Sumbar Syahrudin kepada wartawan mengaku optimis kinerja BKKBN Sumbar dapat terealisasi 100 persen sampai akhir Desember. Namun demikian apabila tak tercapai, itu semua karena kebijakan pemotongan anggaran. Sehingga program yang sudah dibuat, sulit untuk terealisasi dengan optimal.

Apalagi dijelaskan Syahrudin, beban kerja BKKBN Sumbar tahun ini sangat besar dibanding 2015 yang hanya 128 ribu peserta KB baru.”Program bisa berjalan dengan maksimal, jika pendanan mencukupi. Karena pendanaan di potong, kita agak kesulitn,”jelasnya.

Untuk target 2017, BKKBN Sumbar mendapat target lebih rendah, yakni hanya 123.571 peserta KB baru. Dimana penggunaan IUD ditargetkan mencapai 10 ribu, penggunaan implan 22 ribu, MOW 2382, MOP 150, Kondom 9728, suntik 57.000, dan Pil KB 20.000.(ridho)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan