Kemenristek Dikti Inginkan Unand Berlari Kencang di Era Industri 4.0

  • Bagikan

IMG-20190626-WA0017

Padang – Mengejutkan, Prof Tafdil Husni petahana Rektor Universitas Andalas dalam Pemilihan ditumbangkan kompetitor Prof Yuliandri dalam Rapat Senat Tertutup Pemilihan Rektor Unand Periode 2019-2023, Rabu (26/6) di Convention Hall.

Prof Tafdil Husni hanya mendapatkan 40 suara dalam pemilihan yang diikuti seluruh anggota senat ditambah perwakilan dari Kemenristek Dikti, dengan total 115 suara. Sementara Prof Yuliandri mendapat 68 suara, serta Dr Ing Hairul Abrar memperoleh 7 suara.

Perwakilan Kemenristekdikti Ir Wisnu Sardjono Soenadso mengatakan, pemilihan Rektor Unand kali ini sudah sesuai prosedur dan berjalan dengan lancar. Sama-sama dilihat, Rektor terpilih merupakan aspirasi dari senat di Unand

Untuk pelantikan Rektor Unand, nantinya dikatakan Wisnu akan di barengi dengan Rektor lain di Indonesia. Bisa jadi sebelum November, Rektor terpilih akan dilantik Menristek Dikti

Kemenristek Dikti berharap Rektor Unand terpilih kedepan benar benar mewujudkan Unand sebaga World Class University, melakukan kerjasama dengan kampus luar negeri. Pengembangan SDM, reformasi birokrasi, serta meningkatkan Angka Partisipasi Kasar (APK).

“Yang penting Prof.Yuliandri bisa merealisasikan janji kampanye nya. Jangan sampai lupa di era Revolusi Industri 4.0, lari Unand harus cepat,” Tuturnya.

Ketua Senat Unand Prof.Werry Darta Taifur bersyukur pemilihan berjalan dengan lancar, damai penuh keakraban. Tidak ada friksi yang yang menimbulkan efek negatif selama masa pemilihan.

Pihak senat dikatakan Werry menginginkan Unand berstatus PTNBH yang merupakan status tertinggi di era kepemimpinan Prof.Yuliandri, karena status BLU sudah lama disandang. Unand masuk peringkat 500 dunia, serta lulusan Cumlaude harus diperbanyak.

“Kepemimpinan saat ini memang ada progres kemajuan. Namun demikian progresnya masih lambat. Unand butuh pemimpin yang membawa Unand berlari kencang,” Pungkasnya.(ridho)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan