Kabau Sirah di Pandang Sebelah Mata

  • Bagikan

4bb2da303a7dfac7ffd2b30763d0075f

Lolos kebabak semifinal Piala Presiden, kembali tim Semen Padang FC dipandang sebelah mata oleh lawannya. Seperti turnamen Piala Sudirman tahun sebelumnya, banyak tak menduga tim urang awak ini bisa lolos ke final. Maklum, materi pemain belum level nasional.

Wajar saja, tim Arema FC merasa yakin bakal meraih poin penuh di Padang. Karena dari harga pemain tuan rumah Semen Padang FC biasa-biasa saja dibandingkan Arema. Untuk menghadapi tim tuan rumah, Semen Padang, dalam laga pertama semifinal Piala Presiden, Kamis (2/3/2017). Pelatih Arema FC, Aji Santoso, optimistis timnya bisa menang atas tim besutan pelatih Nilmaizar itu.” Kalau melihat kemampuan pemain-pemain Arema. Insya Allah saya cukup optimistis tim ini bisa maju ke final,” katanya.

Aji mengaku tidak khawatir dengan rekor Semen Padang yang tanpa kebobolan selama menjalani pertandingan di Piala Presiden.”Yang jelas kami harus lolos ke final. Berarti harus mengalahkan Semen Padang. Kan begitu,” katanya.

Ia mengaku sudah meminta video hasil pertandingan Semen Padang saat melawan Bhayangkara FC. Melalui video itu, pihaknya akan menganalisis kelemahan dan kelebihan lawan. Dari analisis sementara, kelebihan Semen Padang menurutnya ada pada striker dan pemain sayapnya.”Mereka punya stiker yang cukup bagus. Juga memiliki pemain wing kiri kanan yang cukup cepat. Itu yang harus kami waspadai,” katanya.

Pihaknya juga akan mengantisipasi jika Semen Padang nantinya bermain dengan mengandalkan counter attack alias serangan balik. Menurut Aji, ada dua kelebihan utama yang dimiliki Kabau Sirah, julukan Semen Padang, yaitu striker tajam, Marcel Sacramento serta dua pemain sayap cepat, Rico Simanjutak dan Irsyad Maulana. “Karena itu, kami harus meredam kelebihan mereka,” tegas Aji.

Artinya, ujian kembali dihadapi lini tengah dan belakang Arema. Sebab, Marcel saat ini berada dalam posisi teratas pencetak gol terbanyak Piala Presiden dengan torehan empat gol. Dua pemain sayap Semen Padang, Irsyad dan Rico selalu memanjakannya dengan umpan-umpan akurat. Semen Padang jadi tim paling produktif sementara ini dengan total 13 gol yang sudah dicetak.

Sementara Arema baru mencetak total delapan gol. Di sisi lain, kedua tim juga punya pertahanan terbaik. Semen Padang belum kemasukan sama sekali. Sedangkan Arema kecolongan satu gol. Dan dua laga sebelumnya, Kurnia Meiga tidak pernah memungut bola dari gawangnya sendiri.”Saya percaya anak-anak bisa meredam serangan Semen Padang,” jelas dia.

Saat menghadapi Sriwijaya FC pada perempat final Piala Presiden, sebenarnya lini tengah dan belakang Arema sudah dapat ujian berat. Sriwijaya dihuni barisan striker dan pemain sayap gesit, seperti Beto Goncalves, Hilton Moreira, dan Nur Iskandar. Tapi Kurnia Meiga dkk. masih bisa membendung serangan mereka sehingga gawang Arema aman.

Duet stoper Arthur Rocha dan Bagas Adi Nugroho meski sempat pontang panting juga masih bisa mengawal pergerakan Beto cs. “Melawan Semen Padang mereka juga sudah tahu siapa pemain yang berbahaya karena tidak sekali ini saja mereka bertemu,” imbuh Aji.

Pemain muda Arema FC Bagas Adi Nugroho memiliki pandangan tersendiri mengenai calon lawannya dibabak semifinal yaitu Semen Padang. Menurut pemain asal Yogyakarta itu, Semen Padang merupakan tim yang wajib diwaspadai karena mereka belum kebobolan. Sehingga perlu persiapan yang maksimal untuk bisa mencuri kemenangan di markas Semen Padang.

“Kami harus waspadai Semen Padang, mereka belum kemasukan sama sekali, perlu usaha ekstra agar bisa mencuri kemenangan di markas Semen Padang,” ungkap Bagas. Lebih lanjut Ia menjelaskan akan berusaha meningkatkan fokus dan konsentrasi agar tidak mudah kecolongan saat jumpa Semen Padang.

“Yang pasti Saya akan meningkatkan konsentrasi dan fokus agar tidak mudah kecolongan,” beber mantan pemain PSS Sleman itu. Arema FC sendiri langsungbertolak menuju kota Padang untuk melakoni leg pertama babak semifinal Piala Presiden 2017 kontra Semen Padang di Stadion Haji Agus Salim Padang. (ridho)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan