Irwan Prayitno : Masalah Pangan Insya Allah Pemprov Bisa Atasi

  • Bagikan

Padang – Tarif tiket pesawat selalu menjadi momok inflasi menakutkan di Sumatera Barat ketika Hari Raya Idul Fitri tiba. Betapa tidak, tarif tiket pesawat pada masa itu membumbung tinggi mencapai tiga kali lipat dibanding hari biasa.

Tarif tiket pesawat tersebut selalu menjadi catatan Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPw-BI) Sumatra Barat. Kondisi itu penting disikapi,karena Bulan Ramadhan dan Idul Fitri akan segera tiba, tepatnya pada penghujung Bulan Mei mendatang.

Gubernur Sumbar, Irwan Prayitno, mengaku telah menyurati maskapai penerbangan Garuda Indonesia untuk meminta agar kenaikan harga tiket pesawat tidak terlalu tinggi pada musim libur lebaran tahun ini untuk mencegah terjadinya inflasi.

“Namun balasan dari Direksi Garuda seperti menganggap kita bodoh saja, karena dikira kita tidak tahu tarif batas atas dan bawah penerbangan. Jawaban nya pun tidak memuaskan,” ucap Irwan.

Irwan menghimbau kepada Bupati walikota untuk mengirimkan surat serupa kepada Direksi Garuda Indonesia. Agar kesulitan masyarakat Sumbar hendaknya bisa teratasi dikemudian hari.

Menurutnya, maskapai penerbangan Garuda dan maskapai lainnya memang berhak menaikkan harga. Namun, hendaknya dalam batas yang wajar. Apalagi selama ini penerbangan dari Jakarta ke daerah lain yang jarak tempuhnya hampir sama dengan rute Jakarta-Padang, harga tiket menuju Padang jauh lebih mahal.

Sementara itu ditambahkan Irwan, untuk komoditas pangan seperti cabe, bawang, beras, jengkol, jagung, telur, dan lainnya yang selama ini menjadi penyebab inflasi kemungkinan masih bisa dikontrol oleh Pemprov Sumbar. Karena komoditas pangan tersebut sudah mengalami swasembada.

Pemprov Sumbar bersama kabupaten kota sedang merumuskan bagaimana petani bisa menjual barang kepada pedagang yang tak mengambil untung besar, atau sedang memikirkan bagaimana hasil pangan bisa dibeli pemerintah dengan harga yang menguntungkan petani.

“Agar pedagang tidak bermain lagi dengan mengambil untung besar dengan menjual hasil pangan keluar daerah, pemerintah berencana akan membeli langsung hasil pangan kepada petani dengan harga yang wajar,”jelas Irwan.

Atau pilihan lainnya dikatakan Irwan, BUMD atau Minang Mart akan mengambil peranan dengan membeli hasil pangan ke petani dan menjualnya secara langsung di gerai Minag Mart yang ada.

“Saat ini kita melawan orang melanggar perintah Allah. yakni pedagang yang semena mena mencari untung besar dan membuat rakyat teraniaya. Mari kita lawan cukong yang sering bermain ini dengan berbagai rumusan yang kita miliki. Jangan sampai kita kalah dengan mereka,”harap Irwan.(ridho)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan