HUT KE-46 KOTA SOLOK

  • Bagikan

_mg_9503

Zul Elfian – Reinier

Kearifan Lokal Jadikan Kunci Kesuksesan

Meski duet Walikota dan Wakil Walikota H. Zul Elfian Dt. Tianso bersama wakilnya  Reinier Dt. Intan Batuah berupaya mewujudkan cita-cita menjadikan kota itu sebagai kota perdagangan dan jasa, namun pemimpin pilihan rakyat ini tak hendak melupakan kearifan lokal sebagai kunci utama dalam mewujudkan cita-cita itu.

Intinya, Kota Solok yang berada diposisi strategis, terus memoles diri dan menggeliat menggerakan pembangunan daerahnya. Berbagai program ditelorkan agar prestasi dapat diraih semaksimal mungkin dengan harapan perwujudan masyarakat sejahtera, berkualitas dan unggul pada bidang iptek, pendidikan, perdagangan, jasa dan bertakwa.

Kata Walikota Solok Zul Elian, Pemko Solok memang memiliki komitmen kuat untuk terus melestarikan kebudayaan masyarakat dan mempertahankan kearifan lokal masyarakat yang terus tergerus oleh waktu dan kemajuan zaman

Bagi Pemerintah Kota Solok maupun masyarakatnya, merayakan ulang tahun yang ke-46 tahun, yang jatuh pada 16 Desember, momen ini adalah merupakan refleksi perjalanan yang telah ditempuh sepanjang tahun sebelumnya. Intinya, bagi Pemko Solok ulang tahun adalah hari penting, setidaknya untuk mengingat baik buruk perjalanan setahun terakhir.

Sebagai Walikota Solok H. Zul Elfian Dt. Tianso bersama wakilnya Reinier Dt. Intan Batuah berharap, dengan ulang tahun pemko maupun masyarakat akan ada perubahan signifikan dalam perjalanan hidup berikutnya. Dan dengan ulang tahun pemerintah kota bisa merencana apa yang dilakukannya untuk memenuhi impian maupun harapan yang tertunda. Dengan kata lain ulang tahun jadi semacam tanda bahwa kehidupan masih memberi makna.

Zul Elfian mengatakan, usia 46 tahun yang tengah dijalani Kota Solok‎, memang masih banyak harapan yang mesti raih, diantaranya terwujudnya kota perdagangan dan jasa sebagai arah pembangunan Kota Solok ke depan

Untuk mewujudkan harapan itu, Zul Elfian bersama wakilnya Reinier berupaya melakukan berbagai kegiatan pembangunan penunjang yang terus dijalankannya. Meski duet pimpinan daerah ini terus mengembangkan kota itu tumbuh sebagai suatu kawasan perkotaan, namun jati diri daerah dengan kearifan lokal masyarakatnya tetap dipertahankannya.‎

Setidaknya hal tersebut terlihat dari berbagai rangkaian kegiatan dalam memperingati hari jadi Kota Solok ke 46 tahun ini.

Karena ini merupakan hari penting, maka dalam menyambut HUT ke 46 ini Pemko Solok pun menggelar kegiatan yang dikemas dan disajikan sebagai kado istimewa bagi masyarakat kota itu dan masyarakat. Kado itu berupa pameran pembangunan maupun kebudayaan.

Makan baronjin yang melambangkan adanya kegiatan “baralek gadang” bagi masyarakat Kota Solok, seakan menjadi bagian penting setiap Kota Solok menyambut hari jadinya dari tahun ke tahun.

Di sinilah kelebihan pasangan Zul Elfian bersama wakilnya Reinier meski mereka berusaha mewujudkan mimpinya menjadikan kota itu sebagai kota perdagangan dan jasa, namun kearifan lokal masyarakat tetap terus dipertahankannya.

Intinya, Kota Solok yang berada diposisi strategis, terus memoles diri dan menggeliat menggerakan pembangunan daerahnya. Berbagai program ditelorkan agar prestasi dapat diraih semaksimal mungkin dengan harapan perwujudan masyarakat sejahtera, berkualitas dan unggul pada bidang iptek, pendidikan, perdagangan, jasa dan bertakwa.

Kata Walikota Solok Zul Elian, Pemko Solok memang memiliki komitmen kuat untuk terus melestarikan kebudayaan masyarakat dan mempertahankan kearifan lokal masyarakat yang terus tergerus oleh waktu dan kemajuan zaman.

Kebijakan Pemko Solok dalam mempertahankan dan melestarikan kearifan lokal masyarakat, ternyata menjadi daya tarik tersendiri bagi masyarakat dan sangat potensial untuk dikembangkan sebagai daya tarik bagi pengunjung untuk datang ke Kota Solok.

Bagi pasangan Zul Elfian bersama wakilnya Reinier, kearifan budaya lokal cerminan perilaku budaya masyarakatnya, yang berlatar belakang dari suatu sifat dan tingkah laku masyarakat mengenai kebuadayaan lokal yang ada di daerah itu, dimana kebudayaan tersebut merupakan turun temurun nenek moyang pada sebelumnya.

Bagi Zul Elian, pendidikankarakter bukan hanya berperan guna membentuk kualitas individu berbudi pekerti mulia, berintegritas, maupun bermartabat, melainkan juga dapat mendorong terbentuknya jati diri masyarakat yang berlandaskan pada nilai-nilai luhur kebudayaan.

Bagi Zul Elfian, kearifan yang adadan berlaku dalam suatu wilayah, seperti kewajiban belajar atau pendidikan bagi warga buta aksara, perilaku gotong royong dan budaya atau seni tradisional patut dijaga, dilestarikan dan dikembangkan, sehingga memiliki daya dukung terhadap pembangunan termasuk pada bidang pendidikan nonformal.

Ia meyakini, kearifan lokal ikut berperan dalam pengelolaan sumberdaya alam dan lingkungannya. Namun demikian kearifan lokal juga tidak lepas dari berbagai tantangan seperti: bertambahnya terus jumlah penduduk, teknologi modern dan budaya, kemiskinan dan kesenjangan.

Zul Elfian meyakini kearifan lokal di masa depan sangat dipengaruhi oleh pengetahuan masyarakat, inovasi teknologi, permintaan pasar, pemanfaatan dan pelestarian keanekaragaman hayati di lingkungannya serta berbagai kebijakan pemerintah yang berkaitan langsung dengan pengelolaan sumberdaya alam dan lingkungan serta peran masyarakat lokal di era globalisasi saat ini.

Ia mengatakan, dengan era globalisasi yang diikuti masuknya budaya asing, seharusnya budaya kearifan lokal harus dapat disinergikan.

“Di era globalisasi saat ini,dengan era globalisasi yang diikuti masuknyabudaya asing seharusnya budaya kearifan lokal harus dapat disinergikan. Dengan demikian akan tetap menjaga kelestarian adat istiadat peninggalan nenek moyang. Pelestarian budaya kearifan lokal ini perlu dilakukan untuk menjaga penyelewengan budaya,” katanya.

Dikatakan oleh Zul Elian, kearifan lokal sangat perlu dilestarikan dan dijaga, karena sudah banyak contoh budaya hasil peninggalan nenek moyang bangsa Indonesia justru diadopsi bangsa lain.

“Budaya kearifan lokal ini tidak hanya berbentuk seni, akan tetapi termasuk jiwa kepemimpinan yang sudah ditinggalkan para leluhur,” kata Zul Elfian.

 

ANEKA KEGIATAN DIGELAR

Dalam memeriahkan Hari Jadi Kota Solok ke-46 yang jatuh pada 16 Desember 2016, serangkaian kegiatan untuk meriahkan peringatan tersebut digelar, seperti ; acara hiburan, lomba, kesenian budaya lokal, ritual adat, serta pawai budaya

Pada hari Kamis 15 Desember dilangsungkan ritual makan Baronjin, di Kawasan Taman Kota Solok. Tampak hadir dalam acara tersebut, Walikota Solok, Zul Elfian, Ketua DPRD Kota Solok Yutris Chan, Wakil Walikota Solok Reinier, Kapolres Solok kota, AKBP Susmelawati Rosya, Ketua LKAAM, H. Rusli Katib Sulaiman, Ketua Bundo Kanduang, Milda Murniati, S.Pd dan Forkompinda serta Daualat Tuanku Rajo Alam Pagaruyung Mucdan Taher Bakri beserta permaisuri serta undangan lainnya

Saat itu juga ada arak-arakan/pawai budaya sejauh 2 km dari Terminal Bareh Solok menuju Taman Kota Solok‎.

Perhelan itu bertajuk Baralek Gadang, yang bertempat di ruas jalan depan Ruang Terbuka Hijau (RTH) Kota Solok. Prosesi Baralek Gadang tersebut diawali dengan pawai budaya yang diwarnai dengan 13 prosesi adat yang masih hidup dan eksis di Kota Solok, dengan mengambil titik star dari Terminal Bareh Kota Solok.

Puncaknya pada tanggal 16, dilakukan Rapat Paripurna Istimewa DPRD Kota Solok dalam Rangka HUT ke 46 Kota Solok di Aula DPRD. (Zul Muncak)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan