Expo Bumdes dan Festival Bumdes Bersama di Bengkulu: Tahun Depan, Fokus Pemberdayaan Ekonomi

  • Bagikan

IMG-20181118-WA0006

Bengkulu —Sukses Expo Bumdes di Bukittinggi, Sumatera Barat, tahun lalu, menjadi inspirasi bagi Bengkulu untuk mengulangi pencapaian serupa. Sejak kemarin hingga empat hari ke depan, Bengkulu menjadi tuan rumah Expo Bumdes dan Festival Bumdes Bersama.

Saat membuka Expo Bumdes dan Festival Bumdes Bersama, Menteri Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Mendes PDTT) Eko Putro Sandjojo berpesan agar desa benar-benar memanfaatkan Dana Desa untuk pembangunan ekonomi masyarakat.

“Kita berharap, tahun depan Bumdes benar-benar mampu menjadi penggerak percepatan ekonomi masyarakat menuju masyarakat yang mandiri. Tahun depan, fokus utama kita pada ekonomi dan pemberdayaan ekonomi masyarakat,” kata Eko Putro Sandjojo sembari menyebutkan, tahun ini dan sebelumnya, fokus utama pada infrastuktur.

21-10-20-WhatsApp-Image-2018-05-13-at-13.44.29

Pemanfaatan dana desa untuk pemberdayaan masyarakat dimaksudkan agar ekonomi terus bergerak, kualitas SDM meningkat, masyarakat semakin sejahtera dan bisa bebas dari kemiskinan.

IMG-20181116-WA0034

Ketua Umum Forum Bumdes Indonesia H. Febby Datuk Bangso yg juga staff khusus Mendes PDTT mengatakan, Expo Bumdes dan Festival Bumdes Bersama merupakan ajang pertemuan, silaturrahmi dan sarana untuk berbagi pengalaman sesama pengelola Bumdes agar bisa mengembangkan diri menjadi lebih baik, menghasilkan produk yang benar-benar dibutuhkan, dan dapat memberikan kontribusi dalam bentuk sosial benefit kepada masyarakat.

“Bumdes tidak serta-merta mengejar keuntungan dalam bentuk profit oriented, tetapi lebih diutamakan bagaimana bisa memberdayakan dan memberikan keuntungan nyata terhadap masyarakat dan lingkungan dimana Bumdes tersebut berada,” kata tokoh muda asal Sumatera Barat yang akrab disapa Datuk Febby tersebut.

IMG-20181118-WA0008

Di sisi lain, kata Datuk Febby, Expo Bumdes di Bumi Reflesia kali ini menghadirkan agenda baru. Festival Bumdes Bersama merupakan Bumdes yang didirikan dari gabungan beberapa desa dalam satu kawasan atau wilayah yang sama. Bergabungnya beberapa desa dalam satu Bumdes lantaran karakter, spesifikasi desa tersebut sama, lalu produk yang dikelola juga sama.

“Daripada saling bersaing satu sama lain, maka lebih baik mereka berkolaborasi dan mengembangkan usaha secara bersama,” kata Datuk Febby.

Esensi terpenting adalah bagaimana kita menyambungkan link business antar bumdes dengan saling mengenal product.

IMG-20181116-WA0031 IMG-20181116-WA0035

Pada Expo Bumdes dan Festival Bumdes Bersama di Bengkulu, bertepatan dengan Hari Jadi ke 50 Kota Bengkulu. Bumnag di Sumbar diwakili Bumnag Sumpur Kudus Sijunjung, Bumnag Kotobaru Kab Solok, Bumnag Bukik Sakumpoa Tanahdatar.

Pada waktu bersamaan, tiga Bumnag asal Sumbar lainnya juga tampil pada Sumbar Expo di Makasar. Ketiga Bumnad dimaksud, Bumdes Kumbayau Sawahlunto, Bumnad Pakandangan Emas Padangpariaman, Bumnas Kappa Mandiri.

Menurut Ketua Forum Bumdes Indonesia wilayah Sumatera Barat Ferdian Datuk Dinagari, produk yang dimiliki Bumnag tak kalah bersaing dengan Bumdes lain. Sejumlah Bumnag di Sumbar sudah bisa “dibaok ka tangah” dan bersanding dengan yang lain. (*)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan