Anggota DPR RI Kecewa dengan Proyek Drainase

  • Bagikan

albert

Pembangunan Drainase di kawasan pondok sangat mengecewakan. Dengan tenggat waktu hanya tiga bulan yang ditenderkan pada awal Oktober 2016 lalu, pekerjaan drainase hingga saat ini dinilai masih belum mencapai 50 persen.

Untuk pengerjaan drainase ini dilakukan pada beberapa titik, yakni di Jl.Niaga, Jl.Klenteng, Tanah Kongsi, Kali Kecil, Jl.AR Hakim simpang ranah. “Anggota Komisi III DPRD Provinsi Sumateta Barat, Albert Hendra Lukman.SE, fraksi PDI Perjuangan, mengatakan, unruk pengerjaan drainase tersebut merupakan anggaran dari Pokir(pokok pikiran) anggota dewan provinsi. Ini adalah pokir dua tahun yakni 2014 dan 2015 dengan anggaran sebesar Rp 2,9 miliar dan baru dilaksanakan 2016 ini, ” ujar Albert, Minggu (13/11).

Ia juga menjelaskan, sewaktu ia masih duduk di DPRD Kota Padang pernah menganggarkan untuk perbaikan drainase dikawasan Pondok. Namun pengerjaannya tidak selesai karena kontraktornya melarikan diri. Lanjutnya, ia tidak ingin hal ini terulang lagi, karena sudah tujuh tahun kawasan Pondok menunggu agar terjadi perubahan dari 2009 – 2016 ini. “Jangan sampai kontraktor bermain dalam hal ini. Saya ingin kontroktor yang profesional, karena untuk menggangarkan sebesar Rp 2,9 miliar ini tidak gampang, “tegasnya.

Albert juga sangat menyayangkan, sampai saat ini, dirinya tidak pernah tahu siapa kontraktor untuk pengerjaan drainase dikawasan pondok tersebut, tentang tender pun ia tidak tahu. Menurutnya kontraktor yang mengerjakan haruslah yang mengenal kawasan Pondok. Sehingga dari pengalaman dahulu tidak terjadi lagi pekerjaan yang tak terselesaikan.

“Juga dikatakan, untuk pengerjaan drainase ini memang dilakukan oleh Pemko Padang, karena dana Pokir anggota dewan provinsi dimasukan ke pemerintah kota. Jadi saya tidak ingin kecewa pada Pemko khususnya pada dinas terkait yakni PU Padang,” katanya

Albert juga menilai, pengerjaan yang sedang berlangsung saat ini terkesan sebarangan, pengerukan aliran drainase yang dikerjakan saya lihat seperti ular, beliku – liku. Tapi itu tak masalah selama hasilnya nanti tercapai maksimal. “Kepada masyarakat agar bersama- sama dapat mengawal pengerjaan drainase ini. Kemudian ini harus menjadi catatan penting buat Pemko karena waktu pengerjaannya tidak lama. Pemko harus betul – betul melalukan pekerjaan sesuai yang diharapkan bersama, agar kawasan Pondok ini tidak menjadi langganan banjir lagi, “pungkasnya.(fitri).

 

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan