Adib Alfikri : Pemerintah Tak Biarkan Atlet Terus Berlatih Menjadi Letih, Pordida Menjadi Salah Satu Solusi

  • Bagikan

IMG_20181016_164732

Padang – Antusiasme atlet yang berada dibawah naungan Pengprov Persatuan Kempo Indonesia (Perkemi) Sumatera Barat mengikuti iven Pekan Olahraga Permainan Daerah (Pordida) Kempo sangat tinggi. Terbukti peserta yang mengikuti iven ini membludak, melebihi target yang dicanangkan panitia.

Dari target 200 peserta dan ofisial yang ditetapkan panitia, realisasinya mencapai 300 peserta di 25 kelas pertandingan pada Pordida yang dilaksanakan pada 16-18 Oktober 2018 di Gedung Beladiri KONI Sumbar.

Kadispora Sumbar Adib Alfikri ketika membuka kegiatan Pordida menyarankan kepada seluruh kenshi untuk menjadikan ajang dimaksud sebagai warming up untuk Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) XV di Kabupaten Padang Pariaman.

Disamping itu juga sebagai salah satu ajang seleksi bagi Pengprov Perkemi Sumbar untuk memantau talenta terbaik untuk diturunkan pada ajang Kejurnas Pra PON 2019 mendatang.

“Saya tahu bahwa kalian semua rajin berlatih. Jika berlatih terus tentu akan jadi letih. Dengan adany iven ini tunjukkan kemampuan terbaik, agar bisa berprestasi di Porprov dan terpilih mengikuti Kejurnas Pra PON,”ungkap Adib

Adib juga sampaikan, peran pemangku kepentingan olahraga sudah terbagi. Dari sisi pembinaan atlet diserahkan kepada Pengprov cabor, dari sisi pelaksanaan iven melibatkan Pemerintah dan perhatian pihak ketiga, dari sisi pembinaan atlet berprestasi menjadi tanggung jawab KONI.

“Namun pada dasarnya pemangku kepentingan ini berupaya Membangun keolahragaan di Sumbar dari segi kualitas. Agar lahir atlet andalan mengharumkan nama Sumbar di kancah nasional atau internasional,”harap Adib

Ketua KONI Sumbar Syaiful mengaku sangat berbangga sekaligus merasa terbantu dengan adanya Pordida yang dilaksanakan oleh Dispora Sumbar berkolaborasi Pengprov Perkemi Sumbar.

Apalagi kempo dikatakan Syaiful merupakan cabor potensial yang selalu memberi kontribusi medali bagi Ranah Minang di iven PON maupun iven Kejurnas.

“Tak salah kiranya kempo dipilih dalam Pordida kali ini. Sebab Pordida sebagai salah satu ajang untuk memantau dan melihat kesiapan atlet pada Kejurnas Pra PON nanti. Kita Optimis lahir atlet potensial lahir di ajang ini,”jelasnya.

Ketua Pelaksana Kegiatan Elvis Martin memaparkan, Pordida Kempo diikuti 16 kabupaten kota se Sumbar, melibatkan 300 atlet pelatih dan ofisial, mempertandingkan 25 kelas. Daerah yang tidak mengikuti Pordida adalah Kabupaten Mentawai, Kabupaten Pasaman, dan Kabupaten 50 Kota.

“Hadiah yang disediakan oleh Dispora Sumbar untuk Juara I Rp 10 juta, juara II Rp 7.5 juta, serta juara III Rp 3.75 juta,”pungkas pria yang juga menjabat Kasi Olahraga Prestasi dan Tenaga Keolahragaan Dispora Sumbar.(ridho)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan