ABK Punya Hak Sama di Sekolah Umum, Disdik Sosialisasi Pendidikan Inklusi

  • Bagikan

pendidikan-inklusi

Padangpanjang – Pendidikan inklusi adalah bentuk penyelenggaraan pendidikan yang menyatukan anak berkebutuhan khusus (ABK) dengan anak-anak normal pada umumnya untuk belajar. Pendidikan inklusi sangat penting, dalam memberikan pendidikan dan pelayanan sekolah inklusi kepada anak berkebutuhan khusus dengan layanan pendidikan yang layak dan sesuai dengan kebutuhan individu peserta didik tanpa membeda-bedakan anak baik dari segi kondisi fisik maupun mental.

Kepala Dinas Pendidikan Kota Padangpanjang Desmon, mengatakan, sistem Pendidikan Inklusi memberikan kesempatan belajar pada anak-anak berkebutuhan khusus secara luas  untuk belajar di sekolah umum,

“Saat  ini masih sedikit  jumlah sekolah untuk anak berkebutuhan khusus, sedangkan kita tahu anak-anak berkebutuhan khusus memilki hak yang sama dalam mengenyam pengetahuan di bangku sekolah,” ungkap Desmon usai membuka kegiatan sosialisasi pelaksanaan pendidikan inklusi se kota Padangpanjang, di Gedung M.Syafei, Minggu 3 Desember 2016.

Diakui Desmon, di Padangpanjang hingga saat ini pendidikan inklusi masih belum maksimal karena masih minimnya sarana penunjang, terbatasnya pengetahuan dan keterampilan yang dimiliki para guru sekolah inklusi, apalagi sistem kurikulum pendidikan umum yang ada belum mengakomodasi keberadaan anak-anak yang memiliki perbedaan kemampuan.

Sosialisasi dibuka Kadisdik Desmon mewakili Walikota Padangpanjang ini dihadiri oleh  Kabid/ Kasi PK-PLK, Kepala MKKS (SD) dan Kepala MGMP (SMP dan SMA) , unsur dari kelurahan dan kecamatan se Kota Padangpanjang. Desmon mengajak peserta sosialisasi untuk menyesuaikan kurikulum dengan anak yang memilki berbagai kemampuan, bakat dan minat.

“Anak berkebutuhan khusus bisa membuat sesuatu yang tidak pernah kita duga, walalupun mereka memiliki perbedaan kemampuan, mereka masih memiliki kemampuan berkreatifitas untuk itu, nantinya disediakan dukungan berkesinambungan dengan guru pendamping khusus (GPK) berlatar belakang S1 PLB atau guru yang telah mengikuti diklat pendidikan inklusi,”  ujar Desmon, didampingi Nasrul Kabid SD dan SLTP pada Dinas Pendidikan Kota Padangpanjang.

Sosialisasi Pendidikan Inklusi memberikan arahan kepada peserta agar nantinya bisa memahami dan memberitahukan orientasi inklusif untuk mengatasi diskriminasi, menciptakan komunitas ramah, membangun suatu masyarakat inklusif dalam mendapatkan pendidikan.

Di Padangpanjang sendiri program pendidikan inklusif telah dimulai satu tahun belakangan dibeberapa sekolah, tingkat SD dan SMP, Desmon berharap agar inklusi menjadi kenyataan, maka pendidikan inklusif harus mampu merubah dan menjamin semua pihak untuk membuktikan keberhasilan penyelenggaraan pendidikan. (In)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan