300 Jompo Ikuti Screening Mata yang Ditaja UPZ dan SPH

  • Bagikan

IMG-20180714-WA0083

PADANG – Semen Padang Hospital (SPH) bekerjasama dengan UPZ Baznas Semen Padang, melakukan skrining atau pemeriksaan mata katarak gratis untuk 300 jompo yang ada di lingkungan perusahaan PT Semen Padang, Sabtu (14/7/2018).

Pemeriksaan mata katarak gratis yang digelar dalam rangka HUT ke-5 SPH tersebut, diadakan di kantor UPZ Baznas Semen Padang. Dari pemeriksaan itu, pihak SPH merekomendasikan sebanyak 103 orang jompo untuk menjalani operasi katarak.

Direktur Keuangan SPH Dasril mengatakan, bagi jompo yang direkomendasikan untuk dioperasi, namun tidak terdaftar sebagai peserta BPJS, nantinya pihak SPH akan membantu pengurusan BPJS-nya, agar para jompo itu bisa menjalani operasi mata katarak melalui tanggungan BPJS.

“Artinya, operasi mata katarak 103 jompo itu dilakukan secara bertahap. Bagi yang sudah punya BPJS segera dilakukan operasi. Namun bagi yang belum, akan dibantu pengurusan kepesertaan BPJS-nya,” kata Dasril saat ditemui di kantor UPZ Baznas Semen Padang, Sabtu pagi.

Skrining mata katarak ini, lanjutnya, diadakan dalam rangka HUT ke-5 SPH yang diperingati setiap 5 Juli, dan ini dilakukan karena para jompo yang memiliki penyakit mata katarak, cenderung takut untuk menjalani operasi mata kataraknya dengan berbagai alasan.

Oleh sebab itu, melalui skrining mata katarak ini, SPH memberikan pemahaman kepada para jompo bahwa operasi mata katarak itu tidak beresiko, apalagi di SPH sendiri, layanan operasi mata merupakan salah satu layanan unggulan, karena didukung oleh peralatan operasi mata dengan nama Phaco.

“Jadi, para jompo yang mengalami mata katarak, tidak usah khawatir untuk menjalani operasi, karena peralatan Phaco ini merupakan tindakan katarak modern dengan menggunakan gelombang ultrasonik untuk menghancurkan lensa mata yang keruh akibat katarak. Perakatan Phaco ini tak dimiliki oleh semua rumah sakit umum di Sumbar,” ujarnya.

Terkait kerjasama dengan UPZ Baznas Semen Padang, Dasril pun mengatakan bahwa itu dilakukan, karena UPZ yang merupakan lembaga pengumpul zakat karyawan PT Semen Padang, punya komunitas jompo, dan penyakit mata katarak itu pada umumnya didominasi oleh kaum jompo.

“Melalui sinergi dengan UPZ Baznas Semen Padang itulah kita dari SPH, mencoba untuk memberikan skrining yang dilanjutkan dengan operasi mata katarak. Karena, jika para jompo itu dioperasi mata kataraknya, maka mereka bisa menjalankan rutinitasnya sebaik mungkin,” bebernya.

Namun yang lebih penting lagi, sambung Dasril, melalui kegiatan ini, para jompo nantinya dapat terhindar dari resiko yang tak diinginkan. “Termasuk kecelakaan kalau mereka pergi ke mana-mana, karena mereka sudah bisa melihat dengan jelas,” imbuh mantan Kepala Biro CSR PT Semen Padang itu.

Sementara itu, Manajer Marketing dan Customer Service SPH, dr Dewi Nensi Putri mengatakan, penyakit mata katarak merupakan kekeringan pada lensa mata dan penyakit ini bisa menyerang seluruh usia. Namun penyakit ini paling rentam dialami oleh usia lanjut.

Penyakit mata katarak ini disebabkan oleh beberapa penyakit seperti diabetes, proses penuaan, karena mengkonsumsi obat-obat tertentu, akibat benturan dan paparan sinar matahari, serta bawaan lahir (genetik). “Penyakit katarak ini ada tingkatannya, yaitu dari muda sampai matur,” katanya.

Ketua harian UPZ Baznas Semen Padang Muhammad Arif mengatakan, kegiatan skrining mata katarak ini dilakukan bersamaan dengan program asnaf fakir yang merupakan pemberian santunan pangan setiap bulan kepada para jompo di lingkungan PT Semen Padang.

Namun untuk bulan Juli ini, UPZ mencoba untuk memaksimalkan perhatiannya kepada para jompo dengan melakukan pemeriksaan kesehatan mata katarak secara gratis yang bekerjasama dengan SPH, karena pihak SPH sendiri sebelumnya melihat bahwa komunitas jompo di UPZ banyak mengalami penyakit mata katarak.

“Yang ditawarkan SPH ini kami sambut dengan tangan terbuka, karena peluang ini sangat bagus dan besar manfaatnya bagi para jompo, khususnya yang mengalami penyakit mata katarak,” kata Muhammad Arif.

Sementara itu, salah seorang jompo bernama Indun (80), yang tinggal di Kelurahan Koto Lalang, Kecamatan Lubuk Kilangan, Kota Padang, bersyukur dengan adanya pemeriksaan mata katarak gratis ini, apalagi juga ada penjelasan dari SPH bahwa operasi mata ternyata tidak beresiko.

“Kalau dulu saya takut dioperasi, meskioun anak saya sering menyarankan agar mata katarak saya dioperasi. Tapi dengan adanya penjelasan dari SPH, saya siap untuk menjalani operasi mata katarak,” ujarnya.(*)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan