Kualalumpur –Pakar Talent Identifikasi (TId) Indonesia asal Provinsi Sumatera Barat, Prof Syahrial Bakhtiar menyepakati kerjasama dengan Kepala TiD Centre Institut Sukan Negara (ISN) Malaysia Mohd Zaid Bin Mohd Ghazali, M.Ed di Institut Sukan Negara (ISN), Malaysia, Selasa (20/1/2026).
“Urun rembug kami melahirkan Kerjasama sebagai upaya untuk meningkatkan prestasi atlet di Asia Tenggara, dengan memantapkan salah satu bidang sport science yaitu, sistem identifikasi bakat olahraga” ujar Prof Syahrial Baktiar yang juga kepal pusat studi identifikasi bakat olahraga UNP didampingi Dr. Risky Syahputra, Tim ahli identifikasi bakat olahraga Yayasan Sekora.
Urun rembug para pakar TiD yang tergabung dalam Asean Association for Sports Talent identification and Development tersebut berlangsung alot guna memformulasikan platform kerjasama forum ilmiah sistem pemanduan bakat yang terukur di masa mendatang di kawasan Asean.
Prof Syahrial Bakhtiar mengemukakan urun rembug itu penting karena Indonesia sebagai negara besar dengan jumlah populasi terbesar ke-4 di dunia membutuhkan tenaga keolahragaan yang memahami dengan baik dalam sistem pemanduan dan pengembangan bakat olahraga untuk calon atlet yang mampu bertarung di level olympiade dan even dunia lainya.
Pada kesempatan itu, Syahrial menjelaskan urun rembug pakar TiD tersebut semakin bermakna karena dihadiri Direktur Division of Research and Innovation ISN Malaysia, Yeo Wee Kian, Ph.d. Ahli Fisiologi Olahraga dan Pelatih Fisik Tim Nasional Bulutangkis Malaysia yang telah memberikan banyak masukan tentang kerjasama yang akan dilskukan pakar TID asean pada tahun ini. Adapun beberapa kegiatan untuk pengembangan Sistem TID Asean diantaranya conference, workshop, pelatihan dan penelitian
Seperti diketahui, Pakar TiD Malaysia Mohd Zain Bin Mohd Ghazali, Pakar satu angkatan dengan Prof Syahrial dan Dr Risky Syahputra yang mempelajari dan menekuni TiD di Eropa. Di Malaysia, Mohd Zain Bin Mohd Ghazal saat Ini diamanahkan menjalankan MyTiD sebagai bagian dari kelembagaan ISN.
Sementara Prof Syahrial, yang juga founder Yayasan Sekora, dalam kesehariannya menjalankan TID Indonesia dengan bekerjasama dengan berbagai pihak baik di indonesia dan di luar negeri khususnya dengan pakar negara Belgia dan Belanda. (Agusmardi)












