Padang, sumbarpost.com – Keberhasilan pemerintah dalam mencapai target swasembada pangan bukan hanya sekedar angka, akan tetapi juga sangat dirasakan oleh masyarakat lapisan bawah.
Seperti disebutkan Walinagari Panti Selatan Didi Al Amin, daerah yang Ia pimpin berhasil swasembada gabah di tahun 2025 ini. Gabah tersebut berhasil dipanen sebanyak 5813 ton dengan luas lahan pertanian 933 hektar pada musim panen terakhir. Bahkan hasil panen gabah di Nagari Panti Selatan termasuk panen terbanyak di Pasaman, dengan tingkat keberhasilan 85 persen.
Namun kendala yang dihadapi petani saat ini adalah kurangnya pengusaha heller di Pasaman, sehingga gabah tersebut terpaksa di giling di heller di Kota Payakumbuh, Kota Bukittinggi dan Kabupaten 50 Kota.
“Pengusaha Heller yang ada di Pasaman tidak mampu menampung hasil panen kami, karena saking banyak hasil panen . Selain itu juga terkendala pada modal pengusaha heller yang mengakibatkan gabah kami tidak bisa digiling disana,” tuturnya.
Pihaknya juga mengusulkan kepada Menteri Pertanian untuk mengubah tatakelola program Lumbung Pangan dari gapoktan menjadi dikelola oleh walinagari atau kepala desa berkolaborasi dengan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP), sehingga seluruh petani bisa menikmati fasilitas tersebut.
Sementara itu Rektor Universitas Ekasakti Prof Sufyarma Marsyidin mengapresiasi kinerja Kementerian Pertanian dibawah pimpinan Andi Amran Sulaiman. Berkat kerja keras bersama seluruh jajaran, berhasil menghantarkan Indonesia swasembada pangan di tahun 2025.
Kinerja paling menonjol adalah aksi bersih-bersih Menteri Pertanian di jajaran internal. Sehingga efeknya tidak ada pejabat yang bermain dengan mafia-mafia pangan.
Kemudian kinerja Kementan berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) hingga awal 2026, Indonesia mencatat lonjakan produksi beras yang signifikan pada 2025 dengan rekor 34,71 juta ton, naik 13,36% dari 2024.
Lonjakan kinerja tersebut juga didukung oleh program pompanisasi untuk pengairan lahan pertanian. Selain itu juga infrastruktur irigasi diperbaiki oleh pemerintah dengan baik. Kebijakan pupuk murah dan mudah didapat petani dan cetak sawah baru semakin meningkatkan luas lahan pertanian
“Keberhasilan ini tak lepas dari kerja keras Bapak Menteri Pertanian siang dan malam untuk memantau kinerja seluruh unsur. Selain itu juga berhasil memberantas korupsi di tubuh Kementerian Pertanian,” ulasnya
Hal senada juga disampaikan Ketua DPC Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) Kota Padang Dafrawira De Hansen. Surplusnya produksi pangan nasional saat ini berada dalam tren positif.
Dari data Kementerian Pertanian serta data Badan Pusat Statistik maupun data Food and Agriculture Organization (FAO) , sudah jelas kinerja tersebut menunjukkan tren yang menggembirakan. Jika ada polemik maupun tudingan dari beberapa pihak perihal swasembada pangan, tentu mereka menuding tak berdasar.
“Stok kita kuat. Ini indikator paling konkret bahwa sistem pangan nasional dalam kondisi aman. Data kita tidak berdiri sendiri. Ada validasi dari lembaga internasional,” katanya.
Dengan kondisi tersebut, ia menilai tudingan bahwa swasembada pangan adalah kebohongan tidak sejalan dengan fakta yang ada. HKTI Padang menegaskan pentingnya menyampaikan pernyataan berbasis data agar tidak menimbulkan persepsi keliru di masyarakat.
“Jangan sampai opini mengalahkan fakta. Data sudah jelas menunjukkan arah yang positif,” tutup Dafrawira.(r)












