PADANG -Anggota DPRD Sumatera Barat, Verry Mulyadi, menyatakan komitmennya dalam memperkuat ekonomi masyarakat berbasis kerakyatan. Hal itu terlihat saat ia menyerap berbagai aspirasi warga dalam Reses Perorangan Masa Sidang II Tahun 2026, yang digelar di kawasan perumahan warga di sekitar Kampus Universitas Putra Indonesia (UPI), Kecamatan Lubuk Begalung, Kamis (5/2/2025).
Dalam dialog terbuka tersebut, masyarakat menyampaikan sejumlah usulan yang langsung menyentuh kebutuhan sehari-hari, mulai dari pengembangan Usaha Mikro dan Kecil (UKM), program bank sampah, budidaya maggot, hingga persoalan drainase lingkungan yang kerap memicu genangan saat hujan deras.
Verry Mulyadi mengungkapkan, khusus persoalan drainase, warga mengeluhkan saluran air yang saat ini tidak lagi berfungsi optimal karena telah dimanfaatkan oleh Perumda Air Minum Kota Padang.
“Warga meminta agar drainase tersebut bisa kembali diaktifkan. Ini penting untuk meminimalisir genangan air saat hujan deras,” ujar Verry.
Menindaklanjuti hal itu, Verry memastikan pihaknya akan memfasilitasi pertemuan antara warga, DPRD Kota Padang, dan Perumda Air Minum guna mencari solusi terbaik yang tidak merugikan masyarakat.
Tak hanya soal infrastruktur, aspirasi warga juga mengarah pada penguatan ekonomi berbasis lingkungan. Masyarakat meminta dukungan untuk pengembangan bank sampah yang sudah berjalan, serta rencana budidaya maggot dan pupuk kompos sebagai pengelolaan sampah organik bernilai ekonomi.
“Alhamdulillah, bank sampah sudah mampu mengolah sampah non-organik. Sekarang warga ingin melangkah lebih jauh dengan mengelola sampah organik melalui budidaya maggot dan kompos. Tentu ini butuh tambahan modal,” jelasnya.
Sebagai tindak lanjut, Verry meminta kelompok masyarakat segera menyusun proposal kegiatan yang berkaitan langsung dengan penggerakan ekonomi warga.
“Proposal kita tunggu sampai bulan Maret. Nanti akan kita bahas dalam PPAS. Insya Allah, tahun 2026 bisa direalisasikan,” tegasnya.
Reses tersebut menjadi ruang strategis bagi warga Lubuk Begalung untuk menyampaikan kebutuhan riil di lapangan, sekaligus memperkuat sinergi antara wakil rakyat dan masyarakat dalam mendorong pembangunan yang berdampak langsung. (almadi)
