Pessel — Secara resmi Pengukuhan atau Pati Ambalau Pengurus LKAAM (Kerapatan Adat Alam Minangkabau) Kabupaten Pesisir Selatan periode 2024-2029 telah dilaksanakan, pada Selasa (27/1/2026).
Sebelumnya LKAAM Pessel yang dipimpin Drs. H. Syafrizal Ucok, MM Datuak Nan Batuah yang terpilih melalui Musda XII di Gedung PCC Painan, pada 6 November 2024 lalu telah melaksanakan aktivitas keorganisasian yang diemban lembaga ini.
Pati Ambalau LKAAM Pessel ini dilakukan langsung Ketua Lembaga LKAAM Sumatera Barat, Prof. Dr. H. Fauzi Bahar, M.Si Dt Sati, yang digelar di Gedung PCC, Selasa (27/1/2025).
Kegiatan tersebut dihadiri Bupati Pesisir Selatan H. Hendrajoni, SH., MH, Dt. Bandau Basau Wakil Bupati, Dr. Risnaldi Ibrahim S.Ag M.M, M.H Datuak Batuah unsur Forkopimda, Sekretaris Daerah, pimpinan OPD, serta para tokoh adat, ninik mamak, alim ulama, cadiak pandai, dan bundo kanduang.
Dalam sambutannya, Bupati H. Hendrajoni. SH. MH. Datuak Bandau Basau menegaskan bahwa Minangkabau adalah negeri yang beradat dengan falsafah Adat Basandi Syarak, Syarak Basandi Kitabullah sebagai landasan utama kehidupan bermasyarakat.
Menurutnya, LKAAM memiliki peran strategis sebagai penjaga nilai-nilai luhur adat dan budaya Minangkabau, terutama di tengah tantangan globalisasi dan derasnya arus perubahan sosial.
Bupati juga menyampaikan apresiasi kepada LKAAM atas perannya dalam mendampingi pemerintah daerah, khususnya dalam pembinaan generasi muda agar tetap berpegang pada jati diri dan budaya Minangkabau.
Ia berharap sinergi antara LKAAM dan pemerintah daerah terus diperkuat hingga ke tingkat nagari, terutama dalam penyelesaian persoalan sosial, penguatan peran ninik mamak, serta perlindungan tanah ulayat.
Pelantikan pengurus LKAAM Kabupaten Pesisir Selatan oleh Ketua LKAAM Sumbar Prof. Dr. H. Fauzi Bahar M.Si Dt. Sati tersebut menjadi momentum penguatan kelembagaan adat di daerah.
Pemerintah Kabupaten Pesisir Selatan menegaskan komitmennya untuk terus mendukung program-program LKAAM sebagai mitra strategis dalam mewujudkan masyarakat yang beradat, berbudaya, dan sejahtera. (Agusmardi)












