Indeks

Mahlil Usman: Pasbar Mustahil Tuan Rumah Porprov XVI

Impian Pasaman Barat tuan rumah Porprov XVI tinggal mimpi. Sebab, anggaran APBD buat renovasi venues cabang olahraga nol . Kondisi ini membuat beberapa tokoh olahraga setempat heran kenapa APBD 2019 tidak dianggarkan. Padahal, untuk mendapatkan kepercayaan sebagai tuan rumah sangat sulit.

            “Perjuangan saya jadi sia-sia. Hilang semua impian warga Pasbar menyaksikan atlet-atletnya bertarung di Porprov. Padahal, untuk mendapatkan kepercayaan sebagai tuan rumah tidak gampang,” ujar mantan Ketua KONI Pasaman Barat, Mahlil Usman, M.AP.

            Sampai saat ini, memang belum diputuskan Pasbar dibatalkan sebagai tuan rumah Porprov 2020. Namun, melihat kondisi anggaran APBD nol koma nol, mustahil jadi tuan rumah. Selain itu, mepetnya waktu buat pembangunan venues-venues olahraga.”Mustahil bisa terlaksana Porprov di Pasaman. Jika dipaksakan dampaknya bakal buruk dan memalukan,” jelas tokoh olahraga Pasaman ini.

            Mahlil Usman, ketika menjabat Ketua KONI Pasbar priode 2014-2018 banyak ide yang dilahirkan. Salah satunya adalah tuan rumah Porprov. Keinginanna itu rupanya tidak bertepuk sebelah tangan, bupati Pasaman Barat, almarhum, Syahiran setuju dan mendukung rencana tersebut.

            Bahkan, kepercayaan itu diberikan tahun 2016 agar Pasbar tuan rumah Porprov. Namun, karena kurang siap dan ditunda tahun 2020. Jarak yang cukup panjang itu disetujui bupati. Kemudian dibikin anggaran biaya sebesar Rp 160 M. Biaya tersebut termasuk sarana dan prasarana serta pelaksanaan Porprov.”Semua biaya tersebut disetujui bupati,” ujar Mahlil.

            Namun, begitu tampuk kepemimpinan KONI Pasbar beralih ke tetangga sebelah, semua program yang dia bikin hancur berantakan.”Saya dapat informasi dari pihak berkompeten, bahwa APBD 2019 tidak ada buat renovasi dan pembangunan venues olahraga,” jelasnya.

            Wajar banyak yang pesimis Pasbar sebagai tuan rumah Porprov XVI. Jika dikebut juga pembangunan sarana dan prasarana Porprov mustahil bisa diselesaikan tepat waktu.”Jadi saya menilai tidak mungkin iven olahraga tersebut dilaksanakan di Pasbar,”ucapnya.(almadi)

Exit mobile version