Padang — Kampung Tanjung, Kelurahan Kapalo Koto, Kecamatan Pauh, Kota Padang, salah satu hunian tetap (huntap) yang dipersiapkan pasca bencana galodo. Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Sumbar menginisiasi Huntap tersebut.
Menurut Ketua Kadin Sumbar Buchari Bachter, pasca hunian sehat dan layak (hunsela) dibangun dan ditempati korban galodo di kampung itu, hunian tetap (huntap) langsung dipersiapkan.
Dalam keterangan Buchari kepada wartawan media ini, Kamis (5/2l peletakan batu pertama pembangunan huntara telah dilakukan Kamis (29/1/2026) lalu.
“Alhamdulillah, Huntap di Kapalo Koto yang diinisiasi oleh Kadin Indonesia melalui Kadin Sumbar, dengan pembangunan sebanyak 10 unit telah dimulai,” ujarnya.
Dijelaskanya, pembangunan Huntap itu dianggarkan kurang lebih Rp1,5 miliar. Dana tersebut sudah mencakup segala fasilitas yang dibutuhkan di huntap.
“Huntap tersebut ditargetkan rampung sebelum lebaran Idul Fitri 2026, sehingga warga bisa menempati setelah selesai dibangun,” ujar Buchari.
Diketahui, untuk sekarang sebanyak 11 kartu keluarga sudah menempati hunsela di Kapalo Koto, usai rumah mereka diterjang banjir bandang akhir November 2025 lalu.
Buchari melanjutkan, setelah selesai dibangun nantinya, huntap segera diresmikan oleh Walikota Padang, Fadly Amran dan Direksi PT. Semen Padang.
“Target kita sebelum lebaran sudah siap,” sebutnya.
Ia mengaku, huntap yang diinisiasi oleh Kadin baru perdana dilakukan di Sumatera Barat (Sumbar), khususnya di Kapalo Koto, Kecamatan Pauh, Kota Padang.
Sedangkan di daerah lainnya yang juga terdampak bencana masih dalam tahap perencanaan.
“Harapannya bisa juga kita bikin seperti ini di tempat-tempat bencana yang lain,” pungkasnya. (Agusmardi).












