Sumbar  

Ketua DPRD Sumbar Dorong Program MBG Jadi Motor Penggerak UMKM dan Ekonomi Warga

Padang- Ketua DPRD Provinsi Sumatera Barat (Sumbar), Muhidi, menegaskan bahwa Program Makan Bergizi Gratis (MBG) melalui Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) tidak hanya berfokus pada peningkatan gizi anak, tetapi juga harus mampu menjadi penggerak pertumbuhan ekonomi lokal dan pengembangan UMKM di sekitarnya.

Hal tersebut disampaikan Muhidi saat menghadiri peresmian SPPG Yayasan SBLF Jati di Kecamatan Padang Timur, Minggu (4/1/2025). Menurutnya, keberhasilan program MBG harus diukur dari dampak ganda yang ditimbulkan, baik terhadap kualitas sumber daya manusia maupun kesejahteraan masyarakat.

“Program MBG bukan sekadar pemenuhan gizi anak. Lebih dari itu, program ini harus memberi dampak nyata bagi UMKM serta perekonomian masyarakat di sekitar lokasi SPPG,” ujar Muhidi.

Ia menilai, selain mendukung tumbuh kembang anak dan mencetak SDM unggul di masa depan, MBG juga berpotensi menjadi solusi dalam menekan angka pengangguran. Hal ini tercermin dari keterlibatan warga setempat dalam operasional dapur MBG.

“Di SPPG Jati, sekitar 60 hingga 70 persen tenaga kerjanya berasal dari warga Kelurahan Jati. Ini bukti bahwa program ini membuka lapangan kerja dan memberdayakan masyarakat lokal,” ungkapnya.

Muhidi menegaskan komitmen DPRD Sumbar untuk terus mengawal pelaksanaan MBG agar berjalan optimal, tepat sasaran, transparan, serta berkelanjutan dalam jangka panjang.

Sementara itu, Anggota DPD RI, Muslim M Yatim, yang meresmikan SPPG Jati, berharap program MBG dapat terlaksana secara konsisten dan berkelanjutan. Ia menilai, program ini sejalan dengan kebijakan pemenuhan gizi anak yang telah diterapkan di sejumlah negara maju seperti Jepang, Brasil, Thailand, dan Malaysia.

“Jika dilaksanakan dengan baik dan berkualitas, MBG akan menjadi fondasi penting dalam mewujudkan Indonesia Emas 2045 melalui lahirnya generasi yang sehat, cerdas, dan berdaya saing,” katanya.

SPPG Jati dijadwalkan mulai beroperasi pada 8 Januari 2026. Pada tahap awal, layanan MBG akan menjangkau delapan sekolah dengan distribusi lebih dari 260 porsi makanan bergizi per sekolah.

 

Secara keseluruhan, SPPG Jati akan menyiapkan lebih dari 1.000 porsi makanan setiap hari, dengan kapasitas yang akan terus ditingkatkan seiring optimalisasi operasional dapur dan kesiapan sarana pendukung.(gulo)