Hamdanus:Untuk Maju Sebagai Ketua KONI Sumbar, Tidak ada Aturan yang Dilanggar

  • Bagikan

Padang-Pelaksana tugas (Plt) Ketua Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Sumbar Hamdanus menegaskan persiapakan Musyawarah Provinsi Luar Biasa (Musyorprovlub) KONI Sumbar dalam progres. Rapat itu diperkirakan akan digelar pada awal Juli 2022.

“Untuk persiapan Musyorprovlub masih dalam progres. Hari pelaksanaan diperkirakan akan dilangsungkan pada awal Juli,”sebut Hamdanus, Jumat (22/4).

Mantan Waketum KONI Sumbar ini mengatakan, persiapan dimulai pada Mei 2022. Dihitung mundur 21 hari dari awal Juli, maka persiapan sudah dimulai pertengahan Mei 2022.

“Tahapannya, sudah dimulai. Kita sudah dua kali rapat, sudah menunjuk OC dan SC. Mereka segera menyusun langkah-langkah persiapan usai lebaran,”katanya.

Dia menambahkan, dirinya selaku Plt yang menerima mandat dari KONI Pusat belum terlambat mempersiapkan Musyorprovlub. Karena saat ini belum genap dirinya menjabat Plt dua bulan. Sementara dari dua amanah yang diterima, penandatanganan Naskah Perjanjian Hibah Daerah (NPHD), sudah selesai dilaksanakan.

“Dari mandat itu, separoh tugas saya sudah selesai. Penandatanganan NPHD. Tinggal Musyorprovlub. Ini kita tidak ingin terburu-buru. Karena kita ingin mencari orang-orang yang benar-benar fokus membangun olahraga Sumbar,”tambahnya.

Lebih jauh dia mengatakan, selain tugas yang diterimanya menjalankan tugas pokok. Hamdanus juga menjalankan tugas harian Ketua KONI. “Jadi tugas kita cukup banyak yang sudah dijalankan,”katanya.

Terkait pencalonan dirinya, Hamdanus siap maju. Apalagi dirinya saat ini diminta dan didukung oleh sejumlah Pengprov dan kabupaten/kota.

“Untuk maju, tidak ada aturan yang saya laggar. Nanti jika saya diminta, tentu saya maju,”ulasnya.

Dijelaskannya, tidak ada satu alasan yang dapat menghalangi haknya untuk maju. Baik dari anggaran dasar, anggaran rumah tangga atau peraturan organisasi (PO).

Dalam kesempatan itu, Wakil Ketua I KONI Sumbar, Fazril Ale mempertanyakan tujuan dari Forum Penyelamat Olahraga Sumbar (FPOS). Menurutnya, apa yang dipertanyakan FPOS itu masih dalam koridor yang ada.

“Semuanya masih dalam kondisi wajar, progres berjalan sebagaimana mestinya,”katanya.

Ale juga mengaku sedih dengan sikap FPOS yang tidak paham dengan organisasi. Karena semuanya ada aturannya. “Apa yang mereka selamatkan pada olahraga Sumbar,”sebut Ale mempertanyakan.(Naldi)

  • Bagikan