Padang – Siapa tak kenal, sosok Donal Elfian yang sudah malang melintang di dunia balap motor nasional maupun Sumatera Barat. Otak atik motor sudah menjadi keseharian pria yang sudah menggeluti dunia tersebut dari medio 2000 itu.
Prestasi di tingkat Ranah Minang maupun di tingkat nasional pun juga sudah ia torehkan di ajang balap motor dimaksud.
Namun tak ada yang tahu, sebenarnya pria yang saat ini menggeluti usaha spareoart motor itu, ahli juga mengocek si kulit bundar pada masa kecil.
Latar belakang bisa kembali ke dunia sepakbola sekarang ini, hingga menjadi Asisten Manejer PSP Padang, karena kerinduannya terhadap sepakbola
Masa Belia Bermain Sepakbola
Donal Elfian muda, sangat mencintai dunia bal-balan. Sejak belia Ia geluti dan tekuni dunia sepakbola. Apalagi dukungan penuh orangtua, membuat Ia begitu serius menekuni dunia tersebut.
Tak ada kehendak yang tak dituruti orangtua saat itu, baik itu minta dibelikan bola maupun sepatu. Bahkan sepatu bola pernah pula dibelikan sang ayah satu kantong besar, agar penampilan di lapangan hijau, selalu mentereng.
Karir sebagai pesepakbola dimulai saat Ia masuk di SSB Palapa Parak Laweh, Kecamatan Lubuk Begalung, berposisi sebagai striker. Kelincahan dan kepiawaian pria disapa Incek dalam tim, mengocek bola membuat dirinya sering terpilih memperkuat tim sepakbola turnamen antar RT dan RW se kecamatan Lubeg
Dahulunya kecamatan Lubeg sering mengadakan pertandingan sepakbola antar RT dan RW. Kebetulan juga pada saat itu Kecamatan Lubuk Begalung penghasil pemain kaliber nasional. Sebut saja Oktavianus, Yeyen Tumena, Donal Toyo, Jumaidi Rais, Tata, Yusra Antoni, Anton Tumbok,
Pelatih sepakbola Parak Laweh Da An Taralah, kata Donal menemukan bakatnya sebagai pesepakbola handal, hingga pelatih tersebut minta izin kepada orangtua Donal untuk membawanya ikut seleksi pemain di Semen Padang usia dini.
Singkat cerita, Donal kecil ikut juga seleksi pemain Semen Padang pada tahun 1997 di Lapangan Cubadak Indarung. Ia teringat saat ikut seleksi pemain, memakai baju Persib Bandung bernomor punggung 11 Asep Dayat, sehingga pelatih dan rekan sejawat sering memanggilnya Asep.
Usai ikut seleksi, Donal pun dipanggil oleh Alm Zulmaidi Ben untuk masuk tim. Saat itu Semen Padang Junior sedang persiapan mengikuti Piala Nike di Surabaya.
Ia pun juga mengenang indahnya sepakbola, karena bertemu bintang lapangan di klub kaliber Semen Padang, Arseto Solo, Pelita Jaya, Persija, Persijatim dan lainnya.
Saking bangganya Donal, karena bisa bertemu langsung dengan pemain idola seperti Aples Tacuari, Kurniawan Dwi.Yulianto, Claudio Luzardi, Trisno Afandi, Afdal Yusra, Antonio Claudio, Masykur Rauf, Welliansyah, Endra M.
Ia bertemu langsung dengan para pemain bintang pun, karena mendapat kesempatan menjadi anak gawang saat Semen Padang FC atau PSP bermain di kandang. Uang jajan yang didapat pun juga ia dapat, sebesar Rp 20 ribu, cukup besar pada masanya dengan usia masih 15 tahun.
Namun kesempatan itu tak lagi dilakoni, karena impian menjadi pesepakbola kandas di tengah jalan.
Impian di Sepakbola Kandas
Donal Elfian kecil terpaksa mengubur mimpinya dalam-dalam di dunia sepakbola, karena harus pindah rumah dari Kawasan Parak Laweh ke kawasan Purus.
Cerita sedih dan kelam memayungi perjalanan hidup Onan kecil yang masih duduk di bangku jelas 6 SD, karena kedua orangtua berpisah, dan Ia terpaksa tinggal bersama nenek dan kakak dengan hidup yang serba kekurangan.
Hidupnya pun menjadi luntang lantung serta melakoni pekerjaan serabutan guna mengais rejeki, untuk melanjutkan kehidupan. Bahkan ia pun terpaksa putus sekolah dan fokus bekerja, agar sang kakak tercinta bisa menamatkan pendidikan.
Awal Mula Kenal Dunia Balap
Donal remaja sudah mulai meninggalkan dunia sepakbola dan mengenal dunia balap, karena sering menonton ajang road race di Taman Melati Padang medio tahun 2000an. Dengan penasaran yang begitu tinggi, Ia mencari cara agar bisa ikut balap.
Bermula dari ia menyewa motor orang untuk latihan balap. Selang beberapa lama, skill yang dimiliki meningkat pesat dan merogoh uang tabungan untuk turun di ajang balap. Hasilnya ia dilirik tim balap motor terkenal saat itu.
“Alhamdulillah berkat ketekunan dan kepercayaan dari tim, sejumlah prestasi berhasil ditorehkan. Namun karena target di arena sudah tercapai, maka dunia balap pun perlahan ditinggalkan,” ucapnya.
Kembali Masuk Dunia Sepakbola
Setelah belasan tahun ditinggalkan, Donal Elfian comeback ke dunia sepakbola dengan amanah menjadi Asisten Manejer PSP Padang. Berawal dari pinangan Amril “Aciak” Amin, ia langsung mengiyakan kepercayaan tersebut untuk di emban dengan sungguh-sungguh.
Kepercayaan itupun tak disia-siakan pria yang terkenal ramah dengan pemain. Kendati PSP dapat anggaran Rp 1 miliar dari APBD, tak jarang juga ia mengeluarkan kocek pribadi untuk keperluan tim, atau memberikan suntikan motivasi kepada pemain.
Bahkan sesibuk apapun pekerjaan yang dilakoni setiap harinya, tak sedikitpun pertandingan PSP Padang Liga IV tahun ini dilewati. Baik tim saat bermain di Stadion Utama Padang Pariaman di babak penyisihan, ataupun di Stadion GOR H Agus Salim Padang.
Hasil yang diraih PSP pun cukup membanggakan dirinya. Dari babak penyisihan hingga saat ini, PSP selalu meraih hasil positif. Akan tetapi, lawan yang dihadapi di tingkat Sumbar ini sebut Donal bukanlah lawan sepadan bagi tim kebanggaan urang awak itu.
Tantangan sesungguhnya sebut Donal, saat PSP nantinya berlaga di Liga IV tingkat nasional. Lawan yang dihadapi pun merupakan lawan yang memiliko level sama dengan tim Pandeka Minang.
Masuk PSP Miliki Kepuasan Bathin tersendiri
Donal menyebut bahwa saat menjadi pengurus PSP Padang, ada kepuasan bathin tersendiri. Sebab keinginan terbesarnya di usia belia untuk menekuni sepakbola, baru bisa terwujud. Meskipun saat ini berwujud sebagai pengurus tim.
Kepuasan bathin lainnya kata Donal adalah, memiliki perasaan excited saat bertemu dan bercengkrama langsung dengan pemain yang diidolakan pada masa muda dahulu, yang hanya bisa dilihat dari tribun penonton maupun di layar kaca.
Ia pun dapat secara langsung menyampaikan kekagumannya kepada sang superstar Afdal Yusra, Joni Efendi, Nilmaizar ataupun pemain lainnya saat berbincang-bincang di tribun stadion.
“Saya masuk PSP ini karena ingin mengenang kembali masa belia di dunia sepakbola. Tapi setelah beberapa bulan berjalan, Alhamdulillah ada kepuasan bathin tersendiri yang dirasakan. Mudah-mudahan saja PSP Padang bisa bangkit kembali dan menghiasi kancah tertinggi blantika sepakbola Indonesia,” pungkasnya. (Ridho)












