Daerah  

Dari Webinar Semen Padang, Dokter Dewi: Isoman di Rumah Harus Dilakukan dengan Ketat

PADANG – PT Semen Padang kembali menggelar webinar tentang Covid-19. Kali ini, Jumat (6/8/2021), tema yang diangkat adalah “Yang BOLEH dan TIDAK BOLEH Dilakukan Selama Isolasi Mandiri” dengan narasumber, dr. Dewi Nensi Putri, MARS, dari Semen Padang Hospital.

Webinar series #7 itu dibuka Direktur Keuangan PT Semen Padang Tubagus Muhammad Dharury dan dihadiri Dirut PT Semen Padang Yosviandri, para staf pimpinan perusahaan, ratusan karyawan dan keluarga karyawan Semen Padang Group.

Direktur Keuangan Tubagus Muhammad Dharury dalam sambutannya menyampaikan bahwa webinar tentang Covid-19 ini, rutin dilakukan setiap bulan oleh PT Semen Padang sejak wabah Covid-19 melanda seluruh dunia, termasuk Indonesia.

Ini webinar kesekian kali yang digelar dan PT Semen Padang tidak akan pernah bosan-bosannya untuk mengadakan webinar ini, apalagi kasus Covid-19 makin meningkat ditambah lagi adanya varian baru Covid-19 seperti delta,” kata Tubagus.

Melalui webinar ini, Tubagus mengajak seluruh karyawan dan keluarga karyawan Semen Padang Group untuk mematuhi protokol kesehatan (prokes) Covid-19. “Saat ini klaster keluarga masih mendominasi angka penularan Covid-19. Jadi, mari kita perketat prokes agar kita semua dapat terhindar dari Covid-19,” ujarnya.

Dokter Dewi Nensi Putri dalam webinar tersebut menyatakan, isolasi mandiri atau isoman sangat penting dilakukan, karena bertujuan untuk memutus rantai penularan Covid-19. Tanpa isoman, orang yang terkonfirmasi positif Covid-19 dan tetap beraktifitas akan menularkan virus Covid-19 kepada rekan kerja, teman dan keluarga. Isoman, kata dokter Dewi, sebetulnya bukanlah kondisi yang ideal bagi orang terkonfirmasi positif Covid-19.

Isolasi mandiri dilakukan karena fasilitas rawat inap tidak tersedia atau tidak aman. Namun begitu, isoman di rumah harus tetap dilakukan dengan sangat ketat agar tujuan memutus rantai penularan Covid-19 dapat tercapai.

“Meski isoman di rumah, prokes isoman harus diterapkan. Orang yang menjalani isoman harus tidak mengalami gejala atau gejalanya ringan, usia di kurang dari 45 tahun dan tidak punya komorbid seperti diabetes, hipertensi atau penyakit jantung,” kata dokter Dewi.

Sebelum menjalani isoman, dokter Dewi juga menyarankan agar orang yang terkonfirmasi Covid-19, sebaiknya mengecek kondisi tubuhnya ke rumah sakit atau ke fasilitas pelayanan kesehatan.

Meski tubuh sehat disarankan tetap check-up, karena bisa jadi pasien tanpa gejala. Kemudian setelah check-up, perhatikan juga kondisi rumah tempat isoman, karena isoman tidak semata-mata berdiam diri di dalam rumah. Ada banyak hal yang perlu diperhatikan untuk memastikan isoman efektif atau tidak, seperti ventilasi rumah dan jumlah anggota keluarga di dalam rumah.

“Sebelum isoman di rumah, pastikan dulu bahwa tempat atau ruang isoman punya sirkulasi udara yang baik untuk menurunkan resiko penularan udara. Kemudian, perhatikan baik-baik apakah di rumahmu banyak penghuninya dan apakah kami punya ruang terpisah dari mereka,” katanya.

Saat isoman, katanya melanjutkan, disarankan untuk membuat aturan penggunaan fasilitas, karena selain masalah kamar, pelaku isoman ada baiknya juga memperhatikan penggunaan fasilitas yang akan dipakai, seperti jangan menggunakan alat makan yang dipakai orang lain, gunakan toilet pribadi dan selalu pakai masker double.

Bagi yang tidak ada toilet pribadi di rumahnya, maka setelah yang isoman memakainya, maka toilet tersebut segera dibersihkan dengan menggunakan disinfektan, supaya dapat mencegah virus Covid-19 menetap dan menyebar di dalam toilet.

Kemudian, buat juga jadwal kegiatan selama isoman, karena isoman memerlukan kedisiplinan yang ketat demi menghindarkan seluruh orang atau anggota keluarga dari penularan Covid-19.

Selama isoman, atur juga menu makanan dan seringlah berjemur di bawah sinar matahari, karena berjemur dapat membugarkan tubuhmu. Selama menjalani isoman, kesehatan mental juga harus dijaga. Kesehatan mental yang terganggu dapat memperparah infeksi dan memicu permasalahan yang lain.

Untuk itu, selama isoman pikirkan hal-hal yang positif dan tidak terlalu mencemaskan kondisimu. “Selain itu, distrak pikiranmu dengan melakukan kegiatan personal yang membantumu terhibur selama isoman. Sebagai contohnya bermain game. Jika stres dengan kondisi isoman, sebaiknya hubungi tenaga profesional di bidang kesehatan mental,” pungkas dokter Dewi.(almadi)

 

 

 

 

 

 

Top of Form