Indeks
Sumbar  

Berikan Kuliah Umum di Unand, Tan Sri Dato’ Seri Utama Rais Yatim: Nilai dan Tamaddun tak bisa Dipisahkan

PADANG-Tan Sri Dato’ Seri Utama Rais Yatim memberikan Kuliah Umum di hadapan Civitas Akademisi Universitas Andalas (Unand) Padang dengan tema Nilai Merobah Tamaddun di Convention Hall Unand, Kamis (10/5/2023).

 
Ketua Dewan Negara Malaysia Ke-18 Yang Berhormat Senator Tan Sri Dato’ Seri Utama Rais Yatim dalam kuliah umumnya mengatakan nilai dan tamaddun merupakan suatu kesatuan yang tidak terpisahkan.

“Dalam tamaddun ada nilai dan dalam nilai ada tamaddun,” ujar Ketua Dewan Negara Malaysia Ke-18 Yang Berhormat (YB) Senator Tan Sri Dato’ Seri Utama Rais Yatim.

Dia menambahkan, secara harfiah, tamaddun adalah kehidupan yang mempunyai tahap-tahap kemurnian, ketinggian, kesucian dan keindahan.

Lebih lanjut, mantan Menteri Informasi, Komunikasi dan Kebudayaan Malaysia tersebut mengatakan secara umum setiap harinya masyarakat akan menemui nilai hidup, nilai perbuatan, nilai pemerintahan, interaksi dan lain sebagainya.

Sementara itu Rektor Universitas Andalas (Unand) Padang, Prof Yuliandri mengatakan Ketua Dewan Negara Malaysia Tan Sri Dato’ Seri Utama Rais Yatim merupakan putra asli dari Ranah Minangkabau yang sukses di Malaysia.

“Kehadiran beliau tidak asing bagi kami karena beliau adalah asli Minang walaupun lahir di perantauan,” ujar rektor saat menyambut kedatangan Ketua Dewan Negara Malaysia Ke-18 tersebut dalam rangka memberikan kuliah umum kepada civitas academica Unand bertajuk “nilai merobah tamaddun”.

Selain sukses berkiprah di kancah politik, peran Yang Berhormat (YB) Senator Tan Sri Dato’ Seri Utama Rais Yatim juga memberikan manfaat bagi masyarakat secara luas melalui berbagai jabatan yang pernah diemban.

Rektor mengatakan perjalanan karir Rais Yatim relevan dengan pepatah Minangkabau “Karatau madang di hulu, babuah babungo balun, ka rantau bujang dahulu di rumah paguno balun”.

Yuliandri mengatakan, jika diartikan pepatah tersebut memiliki makna anak laki-laki Minangkabau diajarkan atau dianjurkan pergi merantau untuk menimba ilmu, wawasan dan lain sebagainya agar saat kembali ke kampung halaman mempunyai manfaat bagi masyarakat dan lingkungan. (Naldi)

Exit mobile version