Opini  

Adakah Kader Wartawan Olahraga di Sumbar Saat Ini?

Oleh Agusmardi

Idealnya seorang wartawan olahraga bekerja sebelum sebuah event digelar, ketika event berlangsung dan setelah event berakhir atau setelah pentas ditutup.

Ketika sebuah pertandingan berlangsung wartawan olahraga biasanya hadir untuk melihat dan mencatat apa saja yang terjadi sepanjang pertandingan, siapa saja yang menang dan kalah, dan sedapat mungkin merekam komentar dari atlet yang menang maupun yang kalah.

Setelah para atlet dan beristirahat untuk bersiaga menghadapi pertandingan berikutnya, wartawan olahraga pun melanjutkan pekerjaannya. Menjalankan tugasnya. Mereka harus membuat, menjahit dan menyulam segala peristiwa lapangan menjadi sebuah laporan yang akan disajikan di medianya masing-masing. Menyampaikan informasi utama kepada para kepada para pembacanya.

Itulah yang pernah penulis kerjakan sebagai wartawan olahraga dalam meliputi berbagai pertandingan olahraga, baik singel event maupun multiiven ditingkat provinsi maupun nasional, bahkan sempat meliput multievent sekelas SEA Games dan Asean Games ketika Indonesia menjadi tuan rumah.

Pekerjaan yang agak melelahkan tentunya. Apalagi ketika itu masih belum seperti era digital seperti sekarang ini. Sebagian diantara peliputan olaharaga belum mengerti atau belum memahami sistem pertandingan kecabangan olahraga atau sedikit sedikit gagap menuliskan berita, merekam peristiwa yang terjadi dilapangan.

Selain itu, event-event dan pertandingan olahraga ketika multievent juga tersebar diberbagai Venue di banyak titik dipenjuru tuan rumah. Bagi penulis, yang memang berlatar belakang olahragawan dikala masih muda tugas peliputan multiiven olahraga tidak lah terasa berat. Tentunya dengan tugas peliputan Olahraga itu dilaksanakan dengan penuh semangat.

Tapi, sejak Porprov Sumbar tak dilaksanakan beberapa dekade terakhir. Secara otomatis kaderisasi wartawan olahraga di Sumbar juga tak tentu rimbanya. Pekerjaan reporter olahraga yang kelak menjadi redaktur olahraga di medianya tidak menjadi menarik lagi digeluti.

Bagi para atlet dan pelatih, selama ini wartawan olahraga yang dilapangan jadi teman untuk berdiskusi berbagai hal dinamika pelatihan yang diikuti. Bagi pembina olahraga, si wartawan olahraga yang juga melaksanakan tugas pembinaan dijadikan kawah candradimuka untuk menggairahkan pembinaan prestasi para atletnya.(*)