Pasaman–Program Makanan Bergizi Gratis atau MBG yang sudah menyentuh Pasaman memang belum menyentuh semua pemanfaat, karena dari perkiraan 34 Dapur MBG hingga saat ini baru 21 Dapur yang sudah melakukan Aktifitas, dengan penerima manfaat sebanyak 42.000 orang yang tersebar di 10 Kecamatan dari 12 Kecamatan yang ada Di Kabupaten Pasaman, sementara itu 13 Dapur lagi ada yang dalam tahap penyelesaian pembangunannya
Danar selaku Korwil MBG Wilayah Pasaman dalam keterangannya lebih jauh menyampaikan , bahwa Pasaman juga mendapat tambahan 2 Dapur dari Kementrian PUPR yang nantinya berlokasi Di Tigo Nagari dan Padang Matinggi
Untuk penanganan Dapur di daerah terpencil atau Dapur 3 T, ungkap Danar lebih jauh, kesemuanya ada sekitar 15 titik, yang berada di 4 wilayah Kecamatan yakni Dua Koto, Rao Utara, Mapat Tunggul dan Mapat Tunggul Selatan hal ini disampaikan Danar pada Unsur Pimpinan DPRD dan para Anggota Dewan yang hadi dalam Rapat Kerja membahas perkembangan MBG Di Pasaman serta para peserta rapat lainnya
Rapat Kerja DPRD yang dilaksanakan pada hari Juma,at Tanggal 27 Februari 2026 kemaren bertempat di Ruang Rapat Komisi adalah membahas tentang perkembangan MBG Di Pasaman, Rapat Kerja Dewan ini, di pimpin langsung oleh Ketua DPRD Pasaman Adel Nelfri Asfandi S.Pt, M.Pt yang di dampingi Wakil Ketua Eka Hariyani Sandara, selain unsur pimpinan dewan juga turut hadir sejumlah Anggota Dewan dari Tiga Komisi yang ada Di DPRD Pasaman
Adapun Anggota Dewan yang berkenan hadir dalam Rapat Kerja ini adalah, Yunelda Asra SH Marni, Jusran, Romi Mutiara, Emtrafil, Amd, Hendra Sakti Dalimunthe, Naja Muddin, Nurul Arif, Skm, Syofyan S.Ag, yoharman S.Ag DT.Sati, Hengki Alek Sander, Hendra Saputra, Farizal S Farm, M.Farm, Apt, Suardi S.Pt, Zulhadri S.Pd, dan Dani Ismaya SP Sandaran.
Sementara itu selain Danar selaku Korwil Pasaman juga turut hadir beberapa orang SPPG serta tenaga MBG lainnya, sedangkan untuk Pemda turut hadir Arma Putra Skm selain PLT Kadis Kesehatan juga menjabat sebagai Kadis Sosial, Musardi Sekretaris Dinas Perikanan, Desirwan Indra Kabid Ketahanan Pangan dan Direktur PDAM beserta Stafnya
Dalam Rapat Kerja Tentang MBG ini, Danar di hujani pertanyaan yang bertubi, mullai dari Afrizal S.Farm, M.Farm yang menyoroti tentang Nominal Porsi MBG ini bagi penerima manfaat dan juga mempertanyakan tentang keberadaan SPPG, jawaban dari pertanyaan ini Danar menyampaikan bahwa untuk Nominal Porsi MBG setiap orang ada Dua Nominal yakni 10.000 dan 8.000 dan ini Batas Maksimal ungkap Danar, karena bisa nilainya nanti jadi Minimal dan kalau ada kelebihan nanti, kelebihan itu akan kembali Ke Negara
Jawaban Danar tentang nominal ini menuai kritikan tajam dari para anggota dewan sebagaimana yang disampaikan oleh Naja Muddin yang sangat menyorot perkataan Minimal dan kembalinya sisa MBG Ke negara, karena bagi Naja Mudin kalau sudah ada kata Maksimal kenapa harus Minimal kan bisa saja di pakai belanja Minimal dan ini kan tidak baik untuk perkembangan gizi anak itu sendiri dan Naja Mudin berharap ketentuan yang sudah ada 10.000 dan 8.000 itu dapat dalam posisi Maksimal dan jangan dibuat Minimal nanti berkurang gizinya ungkap Naja Mudin dengan tegas
Yunelda Asra, Yusran, Yoharman dan hampir seluruh anggota dewan yang hadir melontarkan pertanyaan dan beberapa pertanyaan yang kritis, yang tidak dapat dijawab oleh Danar sepenuhnya, apa lagi jawaban Danar sering dengan jawaban perintah kepala Badan, arahan Kepala Badan dan saya hanya menerima perintah, hanya Korwil, ibarat murid dalam kelas, saya hanya Ketua Kelas….waduh..le koq ngenes gini yo jawaban mu.(Amri )












