Padang- Momentum Safari Ramadan 1447 Hijriah dimanfaatkan Wakil Ketua DPRD Provinsi Sumatera Barat, , untuk mengajak masyarakat lebih peduli terhadap persoalan penyalahgunaan narkoba dan penanganan orang dengan gangguan jiwa (ODGJ).
Ajakan tersebut disampaikan saat bersilaturahmi dengan jamaah Masjid Jabal Nur, Seberang Padang, Kota Padang, Selasa (24/2/26) malam.
Dalam kesempatan itu, Evi menekankan pentingnya langkah rehabilitasi bagi pelaku penyalahgunaan narkoba agar tidak terus terjebak dalam lingkaran kecanduan.
“Pada momen Safari Ramadan ini saya mengajak masyarakat, jika ada dunsanak, anak, keluarga, atau kenalan yang menggunakan narkoba, bawalah mereka untuk direhabilitasi. Jangan dibiarkan,” ujar Evi di hadapan jamaah.
Sebagai bentuk edukasi langsung, ia turut menghadirkan pasien yang telah menjalani proses rehabilitasi dan menunjukkan perkembangan positif. Mereka berbagi pengalaman mengenai kondisi sebelum dan sesudah menjalani rehabilitasi, sehingga jamaah mendapat gambaran nyata tentang pentingnya penanganan yang tepat dan berkelanjutan.
Menurut Evi, masyarakat tidak perlu merasa malu jika ada anggota keluarga yang terjerat narkoba. Justru, keterbukaan dan kemauan untuk membawa mereka menjalani rehabilitasi merupakan langkah awal menyelamatkan masa depan sekaligus menekan angka penyalahgunaan narkoba di Sumatera Barat.
Ia mengungkapkan, sejak 2014 — jauh sebelum menjadi anggota dewan — dirinya bersama rekan-rekan telah mendirikan , lembaga yang bergerak di bidang rehabilitasi penyalahguna narkoba dan penanganan ODGJ.
“Kalau ada yang ingin direhabilitasi, silakan kabarkan kepada kami. Insyaallah akan kita bantu,” katanya.
Tak hanya fokus pada rehabilitasi narkoba, YPJI juga aktif menangani ODGJ yang masih mengalami praktik pemasungan. Evi menegaskan, pemasungan bukanlah tindakan manusiawi dan harus dihentikan.
Ia menyebut, salah satu target yang ingin diwujudkan bersama Wakil Gubernur Sumbar, , adalah menciptakan zero pasung di Sumatera Barat. Sejumlah ODGJ bahkan telah dijemput dari berbagai kabupaten dan kota di Sumbar, termasuk yang dirantai selama belasan hingga puluhan tahun.
“Dirantai itu bukan tindakan manusiawi. ODGJ harus diobati, bukan dipasung. Jika ada di lingkungan bapak ibu yang mengalami hal seperti itu, silakan hubungi YPJI,” tegasnya.
Dalam rangkaian Safari Ramadan tersebut, Evi Yandri juga menyerahkan bantuan sebesar Rp50 juta untuk Masjid Jabal Nur yang bersumber dari Pemerintah Provinsi Sumatera Barat. Selain itu, ia turut berbagi hadiah kepada jamaah menggunakan dana pribadi.
Melalui kuis interaktif untuk anak-anak, Evi membagikan hadiah berupa tas sekolah dan mukena bagi yang mampu menjawab pertanyaan dengan benar. Ia juga menyerahkan bantuan sembako kepada keluarga yang hadir lengkap di masjid.
Menurutnya, langkah tersebut bertujuan mendorong orang tua membiasakan anak-anak datang dan meramaikan masjid, khususnya selama Ramadan.
“Saya lihat masih banyak masjid yang sepi. Anak-anak lebih sibuk bermain handphone di rumah. Mari kita ubah kebiasaan ini. Dekatkan anak-anak dengan masjid agar memiliki pondasi kuat dan terhindar dari hal-hal negatif, termasuk narkoba,” tutupnya.(gulo)












