Arcandra Thahar Kuliahi Mahasiswa Unand

ok

Padang- Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Republik Indonesia (ESDM RI), Dr. Arcandra Tahar, M.Sc berikan kuliah umum dengan tema “Kebijakan Strategis Industri Migas Indonesia: Perspektif Ekonomi dan Teknologi” di Kampus Universitas Andalas Padang. Kuliah Umum ini di selenggarakan di Convention Hall Unand pada Kamis (20/10) dan diikuti oleh sekitar 800 orang peserta yang berasal dari pimpina, dosen, mahasiswa, tenaga kependidikan Universitas Andalas serta undangan lainnya.

Rektor Unand, Prof. Dr. Tafdil Husni, SE, MBA mengucapkan selamat datang kepada Dr. Arcandra Tahar M.Sc di Kampus Universitas Andalas. Kehadiran Wamen ESDM ini tentu sangat berarti sekali bagi Unand disela-sela kesibukan Wamen masih sempat untuk hadir memberikan kuliah umum dihadapan civitas akademika Unand.

Tafdil menyebutkan pada zaman dulu sektor migas merupakan penyumbang divisa negara terbanyak setelah pajak. Namun seiring bergulirnya waktu pendapatan negara melalui sektor ini terus berkurang. Tentu butuh strategi yang jitu khususnya dalam bidang teknologi sehingga value migas tetap punya kontribusi yang tinggi untuk kesejahteraan masyarakat Indonesia.

Ia juga menyebutkan kehadiran Arcandra ke Unand, yang notabene adalah urang awak tentu akan dapat memberikan motivasi bagi mahasiswa. Ternyata telah banyak orang Minang yang berhasil menjadi orang sukses, salah satunya pak Archandra ini. Tentu kehadiran Archandra ke Unand dapat dimanfaatkan mahasiswa dan dosen untuk mendapatkan pengetahuan dan pengalaman baru yang mungkin tidak didapatkan dibangku perkuliahan.

Lebih lanjut Tafdil menjelaskan perkembangan Unand saat ini. Unand telah masuk 11 perguruan tinggi terbaik di Indonesia dari 4.000 lebih perguruan tinggi. Unand juga termasuk klaster mandiri bidang penelitian. Penelitian dosen Unand telah banyak dimanfaatkan oleh pemerintah maupun swasta. Untuk itu, Tafdil juga menyatakan kesiapkan peneliti Unand untuk bekerja sama dengan Kementerian ESDM demi kemajuan Indonesia dimasa yang akan datang.

Sementara itu, Wamen ESDM RI, Dr. Arcandra Tahar, M.Sc dalam kuliah umumnya menjelaskan indutri migas merupakan industri yang penuh dengan teknologi. Maka tidak heran jika di luar negeri yang bekerja di sektor migas adalah lulusan S3/ doktor (P.hD).

Kepada audiens Arcandra menanyakan apakah negara indonesia kayak dengan minyak? jawabanya ternyata Indonesia tak memiliki kekayaan minyak sebanyak yang kita bayangkan. Untuk itu, tentu perlu mencari cadangan minyak agar Indonesia tidak kekurangan minyak.

Ia menyebutkan pada tahun 2014 Indonesia memproduksi minyak 4 kali lebih besar dibandingkan dari cadangan minyak yang ditemukan. Salah satu cara yang dilakukan untuk mengatasi persoalan ini adalah dengan melakukan ekplorasi.

Arcandra juga menyatakan biaya eksplorasi minyak dalam rangka mencari cadangan baru itu mahal karena tingkat kesulitannya tinggi dan harus menggunakan teknologi mutakhir.

Sekali mencari minyak di laut dalam, satu bor biayanya bisa sampai 250 juta dolar Amerika Serikat, biasanya dibutuhkan tiga sampai empat kali pencarian dengan total biaya mencapai Rp13 triliun. Oleh sebab itu, perusahaan hebat dengan teknologi canggih dan orang-orang terbaik dalam mencari minyakpun hanya satu kali berhasil mendapatkan minyak setelah lima kali mencarinya.

“Jika saat mencari tersebut ternyata tidak ditemukan minyak maka uang Rp13 triliun tadi sudah jadi abu, tidak berbekas sama sekali,” kata Arcandra. “Pertanyaannya apakah ada orang Indonesia yang berani menanamkan uang Rp13 triliun dengan asumsi kalau dapat minyak oke, kalau tidak ketemu tidak apa-apa, hampir dipastikan tidak ada yang mau!”

Ia mengatakan karena mahalnya biaya yang harus dikeluarkan untuk mencari minyak, maka pihak yang berani melakukan itu dan siap dengan risiko kehilangan uang luar biasa banyak jika minyak tidak ditemukan adalah perusahaan asing.

Arcandra juga menjelaskan untuk membangun kemandirian bangsa juga dibutuhkan beberapa hal yaitu pertama, Sumber Daya Alam (SDA) yang ada dimanfaatkan dengan prinsip kebermanfaatan untuk kemakmuran rakyat Indonesia, kedua, kesepahaman dalam kedaulatan energi dan ketiga, investasi, yang harus diarahkan untuk menciptakan lapangan kerja dan peningkatan pertumbuhan ekonomi.

Kuliah umum ini diikuti dengan penuh antusiasme oleh seluruh peserta. Pada kesempatan tersebut juga diberikan kesempatan untuk memberikan pandangan terkait materi yang disampaikan oleh Arcandra kepada akademisi Unand yaitu Prof. Dr. Syafruddin Karimi, SE, MBA yang merupakan Guru Besar dan dosen Fakultas Ekonomi serta Dr. Ir. Is Prima Nanda MT yang merupakan dosen dari Fakultas Teknik Unand. Acara ditutup dengan sesi diskusi dan Tanya jawabok

Tinggalkan Balasan