Indeks

Virus WannaCry Tak Pengaruhi Ujian SBMPTN di Sumbar

Padang — Serangan virus WannaCry yang sedang marak beredar di dunia ternyata tak mempengaruhi kegiatan ujian Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN) di Sumatera Barat.

Pasalnya lebih 750 peserta mengikuti ujian SBMPTN dengan sistem Computer Based Test (CBT) aman aman saja dalam menjalankan ujian. Tak terdengar keluhan dari peserta komputer mereka diserang virus dimaksud.

Panitia lokal (Panlok) 17 Padang yang sempat siaga satu mengantisipasi dampak virus dimaksud pun akhirnya bernafas lega seusai ujian dilaksanakan pada Selasa (16/5).

”Alhamdulillah ujian berjalan dengan lancar tanpa kendala. Virus yang sempat kita khawatirkan mengganggu ujian tak ada. Kita memiliki tim IT yang bisa diandalkan. Sampai pelaksanaan ujian, tak ada serangan virus itu,” kata Rektor UNP Ganefri dalam sesi jumpa pers.

Ganefri menyampaikan, selama ujian berlangsung persoalan yang muncul bukan masalah virus, namun adanya jaringan yang agak lambat.

Dia memastikan persoalan itu tak menimbulkan masalah yang berarti. Pasalnya jika ada gangguan, waktu ujian tak berjalan.

Setelah melihat sistem ujian CBT ini, dia berharap tahun depan kuota untuk pelaksanaan CBT ini lebih banyak lagi. Dari evaluasi, peserta lebih nyaman menggunakan sistem ini. ”Secara bertahap bisa kita lakukan penambahan kuota untuk ujian CBT ini,” katanya.

Sedangkan ujian tertulis SBMPTN juga berjalan lancar. Distribusi soal tak ada masalah.

Pemantauan SBMPTN itu, juga diikuti Rektor Unand, dan ISI Padanpanjang. Pantauan dilakukan di Unand, SMAN 1 Padang, Unitas Padang, dan UNP.

Tahun ini, di Panlok 17 Padang, sebanyak 38.791 kursi tang diperebutkan di 85 PTN. Total pendaftar mencapai 797.023 peserta. Sedangkan untuk UNP, menerima sebanyak 8.567 kursi. Sementara, Unand menerima 5.130 mahasiswa.

Exit mobile version