Indeks

Sumbar Sambut Baik Sistem Bidding Tuan Rumah PON Dihilangkan

Jakarta – Pemilihan tuan rumah PON tak lagi memakai sistem bidding. Cukup KONI daerah mengajukan diri menjadi tuan rumah ke KONI Pusat, KONI Pusat lakukan verifikasi, hasil verifikasi diserahkan ke Kemenpora, Kemenpora mengajukan ke Presiden untuk menetapkan calon tuan rumah.

Ketua KONI Sumbar Syaiful menyambut baik penyelenggaraan PON kedepan tidak lagi memakai sistem bidding. Sehingga daerah menjadi tidak terbebani dengan anggaran bidding itu.

“Seluruh KONI daerah tidak setuju dengan adanya bidding ini karena akan menimbulkan persoalan baru. Apalagi dengan peraturan baru yang menyebutkan bahwa uang pendaftaran Rp 1 miliar, dan uang jaminan Rp 5 miliar sangat memberatkan,”katanya.

Apakah Sumbar bakal mengambil tuan rumah PON Yunior maupun PON Senior,dikatakan Syaiful masih menunggu keputusan dari KONI Pusat. Namun yang pasti, Sumbar belum akan menyerah menjadi tuan rumah PON. Ini baru langkah awal dari perjuangan Sumbar untuk menwujudkan mimpi dimaksud.

Ia menyebutkan masih banyak peluang untuk menjadi tuan rumah. Karena PON XXI tahun 2024 bukanlah PON terakhir di Indonesia, Sumbar belum menyerah dan akan terus berjuang.

Tinggal lagi mempersiapkan diri dengan sebaik baiknya. Baik itu persiapan dari sisi sarana dan prasarana penunjang, infrastruktur olahraga, anggaran persiapan dan pelaksanaan PON, serta hal lainnya.

“Mari kita lanjutkan persiapan untuk masa akan datang. Kita Persiapkan diri dengan matang. Hanya orang bodoh dan orang yang tidak mengerti olahraga yang pesimis Sumbar gagal. Jangan menghujat kalau tidak pernah berbuat, jangan mengkritik jika tidak memberikan solusi. Sumbar sudah memberi warna di nasional,”pungkasnya.(ridho)

Exit mobile version