PADANG – Ketua KONI Kota Padang, Erianto, menegaskan komitmennya untuk menyukseskan pelaksanaan Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Sumatera Barat 2026. Namun sebagai tuan rumah, ia menekankan bahwa seluruh tahapan harus dipersiapkan secara matang dan terukur, bukan terburu-buru.
“Sampai saat ini belum ada keputusan resmi terkait jumlah cabang olahraga yang akan dipertandingkan. Jadi masih terlalu dini jika KONI Padang didesak menyampaikan proposal yang proporsional,” ujar Erianto menanggapi pertemuan Komisi IV DPRD Kota Padang bersama Dispora dan KONI Padang, di Gedung DPRD Sungai Sapih, Selasa (3/2/2026).
Pertemuan tersebut sebelumnya diwarnai masukan dan kritik dari anggota DPRD Padang, Khalil Caniago, yang meminta agar KONI Padang lebih proporsional dan rinci dalam menyusun proposal pelaksanaan Porprov 2026.
“Saya membaca proposal ini seperti membaca Kitab Tak Babarih. Tidak tergambar berapa cabornya dan berapa atletnya,” sindir Khalil.
Menurutnya, dengan estimasi anggaran, seharusnya sudah ada rincian jelas, mulai dari cabor, jumlah atlet hingga alokasi anggaran masing-masing.
“Misalnya cabor renang berapa anggarannya, atau cabor mamanjek karambia berapa anggarannya,” ujarnya.
Khalil menegaskan, Porprov 2026 jangan sampai mencoreng nama Kota Padang sebagai etalase Sumatera Barat, apalagi selama ini Padang dikenal sebagai langganan juara umum ajang olahraga dua tahunan tersebut.
“Saya tidak ingin KONI Padang setengah-setengah. Porprov ini sudah hampir delapan tahun tidak digelar. Kita ingin penyelenggaraan yang maksimal,” katanya, seraya menyatakan keyakinannya terhadap kapasitas pengurus KONI Padang yang dinilai mumpuni.
Menanggapi hal itu, Erianto menjelaskan bahwa proposal belum disusun, karena masih menunggu hasil rapat internal dengan seluruh cabang olahraga (cabor), termasuk kepastian cabor apa saja yang akan dipertandingkan.
“Supaya tidak terjadi miskomunikasi, perlu kami sampaikan proposal itu memang belum dibuat. Kita harus duduk bersama cabor terlebih dahulu. Semua ini butuh persiapan matang dan tidak bisa terburu-buru,” tegas tokoh olahraga Padang yang pernah menerima Pin Emas dari Wali Kota Padang tersebut.
Erianto juga mengungkapkan bahwa hingga kini KONI Sumbar belum menetapkan jumlah cabor resmi Porprov 2026. Padahal, sebagai tuan rumah, Kota Padang diperkirakan membutuhkan anggaran sekitar Rp27 miliar, mencakup persiapan atlet, penyelenggaraan hingga penutupan.
“KONI Padang memiliki 64 cabang olahraga. Namun belum tentu semuanya ikut dipertandingkan. Kita masih menunggu keputusan KONI Sumbar,” katanya. (almadi)
