Indeks
Daerah  

Perumahan Banda Gadang Permai “Sekarat”, Mastilizal Aye Desak PUPR–Perkim Turun Tangan

PADANG– Nestapa warga Perumahan Banda Gadang Permai, Kecamatan Nanggalo, tak kunjung berakhir. Belum hilang trauma banjir bandang, kini air kembali datang tanpa permisi. Cukup setengah jam hujan mengguyur, rumah-rumah warga langsung dikepung genangan.

Kondisi ini sontak memantik reaksi keras Wakil Ketua DPRD Kota Padang, Mastilizal Aye. Ia tak bisa menyembunyikan keprihatinannya. Bagi dia, ini bukan sekadar persoalan banjir ini soal kelalaian yang dibiarkan berlarut.

“Baru 30 menit hujan, air sudah masuk ke rumah warga. Ini bukan lagi darurat, ini sudah krisis!” tegasnya, Rabu (15/4/2026).

Aye menggambarkan kondisi warga bak “jatuh tertimpa tangga”. Dari sekitar 60 kepala keluarga, hanya dua yang tersentuh bantuan. Sementara akar masalah drainase masih terbengkalai tanpa kepastian.

“Ini yang paling menyakitkan. Bantuan minim, drainase tak kunjung diperbaiki. Bahkan sekarang kondisinya nyaris buntu. Mau sampai kapan warga dibiarkan begini?” sindirnya tajam.

Menurutnya, genangan yang terus berulang bukan sekadar faktor cuaca, melainkan indikasi buruknya sistem drainase di kawasan tersebut. Jika dibiarkan, bukan tidak mungkin dampaknya akan semakin luas.

Tak ingin persoalan ini berlarut, Aye langsung mendesak Pemko Padang bergerak cepat. Ia meminta Dinas PUPR dan Perkim tidak hanya duduk di balik meja, tetapi turun langsung melihat penderitaan warga.

“Jangan tunggu viral atau ramai dulu baru bergerak. Segera turun ke lapangan, lihat sendiri kondisinya, dan eksekusi solusi. Warga butuh aksi, bukan janji,” tegasnya.

Ia mengaku sudah meninjau langsung lokasi, bahkan menyusuri hingga ke pinggir sungai untuk memastikan arah aliran drainase. Dari hasil pengamatannya, persoalan ini memang butuh penanganan serius dan segera.

“Saya sudah lihat sendiri. Warga sudah capek, bahkan mulai putus asa. Ini harus segera diselesaikan. Pemerintah tidak boleh kalah cepat dari air hujan,” pungkasnya.

Kini, setiap awan mendung yang datang bukan lagi sekadar tanda hujan, tapi ancaman baru bagi warga Banda Gadang Permai. Mereka menunggu bukan sekadar perhatian, tapi tindakan nyata.(*/fitri)

Exit mobile version