PADANG — Kabar duka datang dari dunia olahraga Sumatera Barat. Salah seorang pengurus KONI Sumbar periode 2025–2029, Herlina (46), meninggal dunia pada Kamis (3/4/2026) pukul 23.15 WIB di RSUP M. Djamil Padang.
Almarhumah yang akrab disapa Olin, diketahui lahir di Padang pada 10 Januari 1978. Semasa hidupnya, ia dikenal sebagai sosok aktif dan berdedikasi tinggi di berbagai organisasi. Selain sebagai pengurus KONI Sumbar, Herlina juga merupakan Pamong Paskibraka Sumbar serta menjabat sebagai anggota bidang antar lembaga di kepengurusan KONI Sumbar.
Tak hanya itu, almarhumah juga dipercaya mengemban sejumlah posisi penting, di antaranya Bendahara Pengprov Squash Indonesia Sumbar, Bendahara DPD KSPSI Provinsi Sumbar, Bendahara DPD Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Provinsi Sumbar, serta Sekretaris Pimpinan Daerah SP KEP KSPSI Provinsi Sumbar.
Almarhumah juga dikenal sebagai salah satu protokol terbaik di lingkungan Pemerintah Provinsi Sumatera Barat.
Jenazah disemayamkan di rumah duka yang berlokasi di Kelurahan Tanjung Aua Nan XX, Kecamatan Lubuk Begalung, Kota Padang. Almarhumah dimakamkan di kawasan Ampalu setelah pelaksanaan salat Jumat.
Jenazah diantarkan sejumlah rekan dan sahabat serta masyarakat, khususnya keluarga besar KONI Sumbar.
“Ini adalah kesempatan terakhir kita bersama almarhumah. Ini wujud kesempurnaan persahabatan dengan menyalatkan dan mengantarkan beliau ke pemakaman,” ujar sejumlah rekan-rekan almarhumah.
Ketua Umum KONI Sumatera Barat, Hamdanus, turut menyampaikan duka mendalam atas kepergian Herlina. Ia menilai almarhumah sebagai sosok organisatoris yang memiliki dedikasi tinggi.
“Kami sangat kehilangan. Almarhumah adalah pribadi yang memiliki komitmen kuat dalam organisasi. Ia kerap memberikan pemikiran yang solutif dalam menyikapi berbagai persoalan keorganisasian. Dedikasi dan keteladanannya patut menjadi inspirasi bagi kita semua,” ujar Hamdanus.
Hamdanus juga hadir langsung di rumah duka dan memimpin prosesi pelepasan jenazah. Dalam suasana haru, ia melepas keberangkatan almarhumah menuju pandam pekuburan keluarga di Ampalu, diiringi doa dan penghormatan dari keluarga, kerabat, serta jajaran pengurus KONI Sumbar.
Kepergian Herlina meninggalkan duka mendalam, tidak hanya bagi keluarga, tetapi juga bagi rekan-rekan di lingkungan KONI Sumbar dan Pemerintah Provinsi Sumatera Barat. (*)
