PADANG – Musyawarah Provinsi Luar Biasa (Musprovlub) Ikatan Motor Indonesia (IMI) Sumatera Barat yang digelar di Aula Kantor Gubernur Sumbar, 30 Maret 2026, ricuh. Suasana memanas, bahkan nyaris baku hantam.
Tak hanya itu, Wakil Ketua Umum Organisasi IMI Pusat, John Ismadi Lubis, mengaku sempat menerima ancaman sebelum menghadiri agenda tersebut di Padang.
Hal itu diungkapkannya saat jumpa pers di Hotel Pangeran, Selasa (31/3/2026). “Saya sempat diancam oleh seseorang. Kalau memang saya kena tusuk atau bacok, mungkin itu sudah rezeki saya,” ujarnya lugas.
Mantan Ketua KONI Sumatera Utara dua periode itu mengaku baru kali ini mengalami kejadian seperti ini sepanjang puluhan tahun berkecimpung di dunia olahraga nasional. Ia pun menyayangkan situasi yang terjadi.
“Sudah puluhan tahun saya keliling Indonesia mengurus olahraga, baru kali ini saya dapat ancaman seperti ini,” sindirnya.
Kisruh yang terjadi sontak menjadi perhatian masyarakat luas, tak hanya di Sumbar tetapi juga di tingkat nasional. Akibat situasi yang tak kondusif, sidang Musprovlub IMI Sumbar akhirnya diskors dan ditunda hingga waktu yang belum ditentukan.
Bahkan, IMI Pusat membuka opsi memindahkan lokasi pelaksanaan ke daerah lain yang lebih aman dan steril dari gangguan pihak-pihak yang dinilai tidak berhak.
Menurut John Ismadi Lubis, polemik bermula dari desakan 15 klub yang tidak lolos verifikasi, namun tetap ingin ikut menentukan arah organisasi.
“Mereka tidak memenuhi syarat sebagai voter. Minimal klub harus terdaftar satu tahun. Ke depan, ini akan kami evaluasi, bahkan bisa diperketat jadi empat tahun,” tegasnya.
Ia menjelaskan, total peserta yang memiliki hak suara hanya 35 klub. Sementara 15 klub lainnya hanya berstatus peninjau. Namun, justru kelompok inilah yang disebut paling vokal dan memicu keributan saat sidang hendak dimulai.
“Mereka tidak menghargai forum, tidak punya etika organisasi. Bahkan pimpinan sidang pun tidak dihormati,” katanya.
Upaya transparansi yang ditawarkan PP IMI dengan membuka data keabsahan voter juga ditolak oleh kelompok tersebut. Kondisi ini membuat suasana semakin tegang.
Dalam situasi yang tidak terkendali, PP IMI akhirnya memilih menskors sidang. Namun, keputusan tersebut ditegaskan bukan karena kebuntuan. “Ini bukan deadlock. Sidang diskors karena belum masuk tahap pemilihan. Ini demi menyelamatkan jalannya organisasi,” jelasnya.
Ia memastikan Musprovlub akan tetap dilanjutkan, ditempat yang aman sesuai dengan aturan.(almadi)
