PADANG -Kekalahan Semen Padang FC dari Persis Solo tak hanya memantik kemarahan pembina klub Andre Rosiade kepada pemain dan tim pelatih, tetapi juga menjadi kritik terbuka terhadap kinerja manajemen.
Andre menilai ada persoalan serius dalam pengambilan keputusan, khususnya dalam rekrutmen pemain dan arah kebijakan tim. Melalui kolom komentar akun resmi klub, Andre secara tersirat menuding manajemen terlalu lama mempertahankan komposisi tim yang terbukti tak mampu bersaing, bahkan saat menghadapi sesama tim zona degradasi.
“Main parah. Pemain asing pilihan Edu saat ini, ga berguna,” tulis Andre, yang dibaca publik sebagai kritik langsung terhadap keputusan manajemen teknis dalam menentukan pemain.
Andre menegaskan, kesabarannya sudah berada di titik nadir. Menurutnya, manajemen tidak boleh terus berlindung di balik alasan proses dan evaluasi, sementara hasil di lapangan justru semakin memprihatinkan.
Ia mengaku telah menghubungi pelatih kepala Dejan dan Direktur Teknik Yeven, serta meminta langkah ekstrem berupa perombakan total skuad. Andre bahkan menyatakan siap menanggung konsekuensi finansial demi perubahan nyata.
“Coach Dejan dan Dirtek Yeven sudah saya telepon. Saya minta cuci gudang. Uang kompensasi saya siapkan. Kesabaran saya sudah habis,” tegasnya.
Kritik paling tajam diarahkan Andre kepada pihak manajemen yang masih ingin mempertahankan kondisi saat ini. Ia menyebut, mempertahankan pemain dan sistem yang gagal sama saja dengan menjerumuskan klub lebih dalam ke jurang degradasi.
“Kalau masih ada juga manajemen yang ingin mempertahankan, manajemennya sekalian kita ganti lagi,” tulis Andre dengan nada ultimatum. (almadi)
