Indeks

Cabor Pencak Silat Terancam Tak Dipertandingkan di Porprov XV


Padang – Akibat kelalaian dari pengurus Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) Padang Pariaman, cabor pencak silat terancam tidak dipertandingkan di arena Pekan olahraga provinsi (Porprov) XV tahun 2018 mendatang.

Kelalaian tersebut terjadi karena susahnya koordinasi antara KONI dengan Pengcab IPSI Padang Pariaman. Bahkan setiap diadakan rapat membahas Porprov, pengurus IPSI Padang Pariaman jarang menghadirinya.

“Susah sekali kita koordinasi dengan IPSI Padang Pariaman. Setiap rapat Porprov mereka jarang hadir. Bahkan kita juga sudah lama minta kebutuhan anggaran untuk Porprov, tapi mereka juga belum memasukkan,” ucap Ketua KONI Padang Pariaman Aprinaldi pada Rapat Pra Pleno penetapan cabang olahraga beserta nomor dan kelas yang dipertandingkan di POR-Prov XV Padang Pariaman.

Aprinaldi khawatir apabila KONI Padang Pariaman mengambil tindakan sendiri, takutnya tidak sesuai dengan kebutuhan cabor pencak silat selama pertandingan Porprov.

Ia mencontohkan kebutuhan matras untuk pertandingan. Tentu spesifikasi barang yang jelas dari pengurus IPSI sendiri. Jika KONI atau Disparpora yang belikan, takutnya tidak sesuai dengan spesifikasi untuk pertandingan resmi.

“Kita juga butuh anggaran yang jelas untuk diajukan ke Disparpora Pariaman, dimana untuk silat tentu saja Pengurus IPSI-nya yang tahu. Itu sebabnya, jika mereka tetap berlalai-lalai, apa boleh buat, pencaksilat bisa saja tidak dipertandingkan di Porprov,” tegas Aprinaldi.

Senada dengan itu, Ketua Talent Scouting KONI Padang Pariaman Septri juga tak merasa bermasalah jika pencak silat tak dipertandingkan di Porprov. Karena tak ada untungnya cabor tersebut dipertandingkan bagi kontingen Padang Pariaman.

Apalagi dikatakan Septri cabor pencak silat bukan cabor prioritas bagi Padang Pariaman. Terbukti pada edisi Porprov XIV Kota Padang, hanya mendapat satu medali perunggu. Tak sebanding dengan uang ratusan juta yang digelontorkan KONI Padang Pariaman untuk cabor itu.

“Kami tentu memprioritakan cabor yang bisa mendulang medali emas,sementara silat hingga saat ini belum ada perkembangan signifikan. Karena target Bapak Bupati Padang Pariama untuk menjadi juara umum harus diwujudkan bersama,” jelas Septri yang juga Wakil Ketua KONI Padang Pariaman.

Menanggapi permasalahan ini, Menurut Ketua Umum KONI Sumbar Syaiful, di tahap pertama KONI Padang Pariaman bisa koordinasi dengan Pengprov IPSI Sumbar

Namun kalau memang pekerjaan ini tetap tidak bisa dilaksanakan oleh Pengcab IPSI Padang Pariaman, maka KONI Padang Pariaman wajib untuk segera menindaklanjuti dan mengerjakan pekerjaan ini. Karena pada dasarnya yang akan mendaftarkan atlet, pelatih dan kontingen nantinya adalah KONI Kabupaten Kota dan bukan Pengcab sebuah cabor.

Akan tetapi tuan rumah Padang Pariaman juga punya hak prerogatif, jika memang cabor pencak silat tidak mau dipertandingkan di Porprov nanti.

Karena pada dasarnya tuan rumah tentu menginginkan cabor yang dipertandingkan di Porprov adalah cabor yang benar benar memberikan kontribusi medali untuk Padang Pariaman.

Terlepas dari ketegasan Ketua KONI Padang Pariaman yang membuat saya salut, namun bila silat sebagai olahraga asli masyarakat Minangkabau tidak dipertandingkan di Porprov, ini jelas sangat disayangkan,” pungkas Syaiful.

Exit mobile version