PADANG – Sekretaris Umum KONI Sumatera Barat, Dipo Anandya Pratama, angkat bicara menanggapi isu liar yang menyebut sejumlah daerah dipastikan gagal mengikuti Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Sumbar 2026.
Dipo menjelaskan, informasi tersebut tidak benar alias hoaks dan sengaja dipelintir oleh oknum tak bertanggung jawab.
“Ini masih pagi, Porprov digelar Juni–Juli 2026, waktunya masih panjang. Jadi jangan membangun opini sesat seolah-olah daerah sudah angkat tangan,” ucap Dipo usai penutupan tes fisik dan kesehatan atlet Sumbar di GOR FIK UNP Padang, Rabu (14/1/2026).
Menurut Dipo, hingga saat ini tidak ada satu pun daerah yang secara resmi menyatakan mundur dari Porprov. Justru sebaliknya, KONI Sumbar masih aktif melakukan lobi dan komunikasi intensif dengan seluruh kabupaten/kota agar ambil bagian dalam ajang olahraga terbesar di Ranah Minang tersebut.
“Tidak benar kalau disebut banyak daerah batal ikut Porprov. Saya bahkan sudah tahu siapa oknum yang sengaja memelintir informasi ini,” ucapnya dengan nada kesal.
Dipo mencontohkan Kota Pariaman yang disebut-sebut tak sanggup mengikuti Porprov. Ia memastikan kabar itu mentah.
“Saya satu pesawat dengan wali kotanya. Beliau justru menegaskan Kota Pariaman ikut ambil bagian. Jadi jelas ini bohong,” jelas Dipo.
Ia mengingatkan agar polemik tak berdasar ini tidak dimainkan demi kepentingan tertentu, apalagi jika dampaknya merugikan atlet. “Kasihan atlet. Delapan tahun mereka tidak merasakan Porprov. Saya tahu betul rasanya, karena saya pernah jadi atlet karate di Porprov Sumbar,” ujar Dipo.
Dipo menegaskan, KONI Sumbar berkomitmen penuh menyukseskan Porprov 2026 dan meminta semua pihak berhenti menggiring opini negatif yang justru mematikan semangat atlet dan olahraga daerah.(almadi)
