Indeks

Porprov Sumbar 2026 Terancam Cacat, 7 Daerah Diragukan Ikut, Bukittinggi Nyatakan Mundur

PADANG -Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Sumatera Barat 2026 terancam cacat. Even yang akan digelar Juni-Juli 2026, dipastikan tidak diikuti seluruh kabupaten dan kota. Kota Bukittinggi menyatakan mundur karena anggaran tidak tersedia.

Kondisi ini jelas memukul wibawa Porprov. Padahal sebelumnya Gubernur Sumbar Mahyeldi Ansharullah telah melontarkan ultimatum, KONI daerah yang tidak ikut Porprov siap-siap dicopot. Namun ancaman tersebut seolah hanya menjadi angin lalu.

Mahyeldi bahkan menilai ketidaksiapan daerah sebagai cerminan kegagalan kepemimpinan KONI kabupaten/kota.

“Kalau KONI daerah tidak bisa mengatakan siap, berarti Ketua KONI-nya tidak betul dan tidak mampu mengomunikasikan dengan kepala daerah. Lebih baik ganti saja Ketua KONI-nya,” tegas Mahyeldi.

Tak hanya Bukittinggi, enam daerah lain masih abu-abu dan belum menyatakan sikap resmi ikut Porprov 2026. Daerah tersebut yakni Kabupaten Tanah Datar, Kota Padang Panjang, Pasaman Barat, Kabupaten Limapuluh Kota, Kota Pariaman, dan Kabupaten Solok Selatan. Hingga kini, keenamnya belum memberi kepastian, memunculkan spekulasi kegagalan manajemen olahraga di daerah masing-masing.

Sementara itu, Wali Kota Bukittinggi Ramlan Nurmatias secara terbuka menyatakan daerahnya tidak memiliki anggaran untuk mengikuti Porprov karena tidak masuk dalam Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) 2026.

“Anggaran untuk Porprov tidak ada, karena tidak masuk dalam RKPD 2026,” ujar Ramlan, Jumat (9/1/2026).

Ramlan menegaskan, Pemko Bukittinggi sejatinya mendukung Porprov, namun realitas keuangan membuat pengiriman atlet menjadi mustahil.

“Anggaran tidak ada, bagaimana kita bisa mengirim atlet. Kita sanggup, tapi anggaran tidak dianggarkan,” katanya.

Ia juga menyindir peran KONI Sumbar yang dinilai terlambat berkomunikasi dengan daerah.

“Seharusnya KONI Sumbar menyurati daerah lebih awal. Bagaimana kita mau menganggarkan. Pembahasan dana perubahan itu paling cepat Agustus,” ujarnya.

Di tengah polemik ini, sejumlah daerah sudah menyatakan siap tempur di Porprov 2026, di antaranya Kepulauan Mentawai, Pesisir Selatan, Padang Pariaman, Kota Solok, Kabupaten Solok, Dharmasraya, Kota Payakumbuh, Kota Sawahlunto, Kabupaten Sijunjung, dan Kabupaten Pasaman. (almadi)

Exit mobile version