Indeks
Daerah  

Pemprov Sumbar Kurang Peduli Pasca Bencana, Warga Ngalau Gadang Tandu Jenazah

Pessel — Kendati pendidikan dan kesehatan pilar fundamental pembangunan, tapi dua bulan pasca bencana banjir bandang dan tanah longsor di Ngalau Gadang Kecamatan IV Nagari Bayang Utara, Pesisir Selatan masih terisolasi.

Kondisi masyarakat Ngalau Gadang Kecamatan IV Nagari Bayang Utara, Pessel yang serba keterbatasan itu mendapat tanggapan dari Anggota DPRD Pessel, Novermal.

Anggota Fraksi PAN DPRD Pessel kepada wartawan media ini Senin (26/1/2026) mengatakan pasca bencana jembatan satu-satunya di kampung itu putus. Tiga titik jalan di dalam kampung tertimbun tanah longsor, sehingga saat ada warga yang meninggal masyarakat menandu jenazah sejauh 3 kilometer.

“Kini akses pendidikan, kesehatan dan ekonomi 670 orang warga Ngalau Gadang dalam kondisi darurat. Di Ngalau Gadang ada 1 sekolah TK, 1 sekolah SD, 1 Puskesri, 1 masjid dan 1 mushalla. Belasan mobil usaha warga masih terkurung,” tandas Novermal.

Dia menanggapi persoalan ini hanya upaya, Pemkab Pessel terus berupaya buka akses Ngalau Gadang belum ada sikap serius dari Pemerintah Provinsi Sumatera Barat. Karena itu, Pemkab Pessel segera dipasang gorong-gorong plat baja Aramco diameter 7 meter sebagai pengganti jembatan yang putus.

“Dan, segera pula memasukan alat berat untuk membersihkan tanah longsor yang menutupi jalan.Warga berharap sebelum lebaran akses Ngalau Gadang sudah terbuka,” tambahnya. (Agusmardi)

Exit mobile version