Padang, – Gubernur Sumatera Barat Mahyeldi Ansharullah menerima audiensi Pengurus KONI Sumatera Barat dan Dispora Sumbar terkait kesiapan pelaksanaan Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) ke XVI tahun 2026, Senin (12/1/2026)
Dalam audiensi tersebut, Ketua KONI Sumbar Hamdanus memaparkan progres persiapan panitia Porprov yang sudah dilaksanakan hingga saat ini. Hadir pada kesempatan tersebut Kadispora Sumbar Mahdianur Musa, Kepala Bappeda Zefnihan, Staf Khusus Prof Syahrial Bakhtiar, Waketum II Septri, Waketum IV Reidho Deskumar, Waketum XVIII Dola Indra dan pengurus KONI Sumbar lainnya.
Tujuh Daerah Pastikan Ikut Porprov
Hamdanus memaparkan, sejauh ini Tim KONI Sumbar sudah melaksanakan roadshow ke sejumlah daerah untuk memastikan kesiapan mereka. Hingga saat ini, sudah tujuh daerah yang memastikan ikut Porprov, baik dari segi penganggaran hingga berniat menjadi tuan rumah Porprov.
Ketujuh daerah tersebut adalah Kabupaten Mentawai, Kabupaten Pesisir Selatan, kabupaten Padang Pariaman, Kota Solok, Kabupaten Solok, Kabupaten Dharmasraya dan Kota Sawahlunto.
“Bahkan ada daerah yang sangat optimis dengan adanya Porprov ini, sehingga meminta jadi tuan rumah. Kabupaten Mentawai meminta lima cabor, Pessel minta 6 cabor, Sawahlunto 10 cabor, Kota Solok 4 cabor, Kabupaten Solok 5 cabor,” urainya.
Porprov 2026 Tolok Ukur Prestasi PON 2028
Hamdanus juga menegaskan bahwa tidak ada lagi penundaan pelaksanaan Porprov 2026 yang dilaksanakan Juni – Juli mendatang. Sebab ajang tersebut menjadi salah satu tolok ukur atlet yang akan di terjunkan di ajang Porwil, Pra PON maupun PON Beladiri.
Artinya sangat tepat jadwal Porprov dilaksanakan di pertengahan tahun ini, sebagai ajang seleksi bagi KONI Sumbar untuk dipersiapkan nantinya di tiga ajang besar tersebut. Kalau Porprov diputar November, akan sangat pendek waktu bagi KONI Sumbar mempersiapkan atlet, dengan resiko akan banyak kegagalan nantinya atlet lolos PON.
“Atlet yang berprestasi di Porprov, momennya bisa kita turunkan di ajang Porwil, Pra PON dan PON Beladiri. Jika Porprov selesai pertengahan tahun ini, ada waktu satu tahun kita persiapkan atlet menuju tiga ajang tersebut, agar bisa meloloskan atlet sebanyak-banyaknya ke PON 2028. Kalau Porprov ditunda, atlet akan kehilangan momentum ini,” terang Hamdanus.
Ajang Porprov Mengikat Atlet Potensial
Ajang Porprov 2026 juga disampaikan Hamdanus, akan menjadi pengikat atlet potensial yang berasal dari Ranah Minang, untuk memperkuat Sumbar di PON 2028. Apabila Porprov ditunda, sudah dipastikan atlet potensial yang dimiliki saat ini akan lari ke daerah lain.
Hamdanus mencontohkan beberapa atlet atletik Sumbar sudah dirayu oleh Jawa Barat untuk bermain di Porprov Jabar 2026 ini, dengan garansi bakal memperkuat Jawa Barat di PON 2028. Beberapa atlet potensial cabor lainnya juga dirayu Bengkulu dan Bangka Belitung.
“Porprov inilah sebagai pengikat mereka agar tidak lari ke daerah lain. Kita menahan mereka dengan jaminan bahwa Porprov akan kita laksanakan di Juni-Juli ini. Jika Porprov terlaksana, mereka juga berkomitmen tidak akan pindah ke daerah lain,” ungkap Hamdanus.
Hamdanus pun mewanti-wanti apabila Porprov tidak terlaksana di Juni-Juli, sudah dipastikan pula target 10 besar PON 2028 atau 20 emas PON tidak akan tercapai.
“Kalau yang bagus pindah, berat target kita mencapai 20 emas atau 10 besar PON. Kalau atlet kita bisa tidak pindah, maka 10 besar Insya Allah tercapai,” harapnya optimis
Atlet Butuh Porprov
Staf Khusus KONI Sumbar Prof Syahrial Bakhtiar menyampaikan bahwa Porprov sangat dibutuhkan atlet. Selain untuk menguji kemampuan dan membangkitkan motivasi atlet menuju Porwil dan Pra PON, juga mendatangkan kesejahteraan bagi para atlet.
Saking semangatnya atlet ini ditambahkan Syahrial, begitu gaung Porprov berbunyi, sudah banyak atlet yang mempersiapkan diri dari sekarang. Berkemungkinan porsi latihan agak dikurangi karena bulan Ramadhan. Namun pasca lebaran, mereka pasti akan berlatih keras dan tidak ada libur
“Kasihan anak anak sudah 8 tahun bertanding. Sudah 2 generasi atlet kabupaten kota hilang. Nah ini yang harus kita raih kembali. Saya yakin kabupaten kota pasti sudah tidak punya database atlet,” kata Syahrial
Syahrial Bakhtiar pun juga tak ingin prestasi olahraga Sumbar kembali jeblok di ajang multi iven berskala nasional. Porwil 2027 minimal Sumbar masuk tiga besar dan PON 2028 juga bisa bertengger diposisi 10 besar.
“Mudah mudahan dengan momentum Porprov ini, atlet saat ini menikmati. Sehingga banyak muncul talenta untuk perkuat Sumbar babak kualifikasi PON serta Porwil Batam,” tukasnya.
Kronologis Dukungan Pemprov Sumbar di Porprov
Gubernur Sumbar Mahyeldi Ansharullah melontarkan pernyataan keras terhadap KONI daerah yang tidak bisa memberangkatkan atletnya ke Porprov 2026.
“Kalau KONI tidak ada mengatakan yang siap, berarti Ketua KONI nya tidak betul dan tidak mampu mengkomunikasikan dengan kepala daerah terhadap pelaksanaan Porprov. Lebih baik ganti saja Ketua KONI nya,” ucap Mahyeldi dengan nada keras.
Bukan tanpa alasan oramg nomor satu di Ranah Minang menyatakan demikian. Sebab sudah jauh jauh hari Mahyeldi menyatakan komitmen Pemprov Sumbar untuk melaksanakan Porprov.
Secara kronologis, Mahyeldi memberikan sinyalemen terkait pelaksanaan Porprov pada pertemuan KONI kabupaten kota dengan pengprov cabor pada Februari 2025 lampau di Gubernuran.
Pada saat itu diterangkan bahwa Porprov dilaksanakan oleh pengurus KONI Sumbar yang baru saja. Karena pengurus KONI Sumbar yang lama sedang bermasalah terkait pelaporan keuangan, sehingga dana Porprov tidak cair.
“Kemudian pada 27 September saat Pembukaan Rapat Koordinasi (Rakorsi) dengan KONI daerah dan pengprov cabor juga terang-terangan mendukung Porprov. Ini semua kan sudah jelas saya mendukung Porprov, harusnya KONI daerah juga mengambil sikap mempersiapkan diri. Tak ada alasan lagi untuk tidak siap,” gerutunya.
Komitmen Mahyeldi pun ditindaklanjuti Dispora Sumbar dengan menggelar pertemuan bersama Dispora kabupaten kota dan KONI Sumbar membahas penganggaran Porprov pada November. Lalu pada Rapat koordinasi KONI Sumbar dengan KONI Kabupaten Kota yang dihadiri 17 cabang olahraga di bulan yang sama, juga menyepakati bahwa Porprov bakal dilaksanakan pada 2026.
“Hasil dari kesepakatan Dispora dan KONI se Sumbar, maka diterbitkan SK Gubermur tentang pelaksanaan Porprov 2026 pada 18 November. Pada saat itu masih pembahasan anggaran dan APBD daerah masih evaluasi di provinsi. Pemprov Sumbar pun langsung menganggarkan untuk Porprov Rp 12 miliar. Dengan kronologis seperti ini, juga tidak ada alasan bagi KONI daerah mempermasalahkan anggaran,” rinci Mahyeldi
Gubernur Mahyeldi pun tak ingin ada stigma bahwa dirinya bersama Wakil Gubernur Vasko tidak peduli kemajuan olahraga Tuah Sakato.
Ia.meminta KONI dan Dispora Sumbar jalan terus untuk mempersiapkan Porprov. Hadapi semua hambatan dan rintangan. Kapan perlu pihaknya bakal menugaskan SKPD se Sumbar untuk mendukung pelaksanaan Porprov ini.
“Kalau KONI daerah tidak mau mengirimkan atlet ke Porprov, saya pun berkeyakinan orangtua atlet pasti bakal mau bantu mengirimkan anak-anak.mereka untuk bertanding di Porprov,” pungkasnya. (*)
