PADANG-Saat sejumlah daerah masih berkutat dengan rapat dan wacana, KONI Sumatera Barat justru sudah menggelar seleksi fisik dan kesehatan atlet. Test tersebut berlangsung mulai 12-14 di GOR FIK UNP Padang.
Wakil Sekretaris KONI Sumbar, DR. Risky Syahputera, memastikan proses seleksi berjalan ketat, objektif, dan bebas dari bisik-bisik kepentingan. Semua atlet yang hadir murni kiriman cabang olahraga (cabor), bukan pesanan siapa pun.
“Saya pastikan tidak ada atlet titipan. Semua yang datang adalah kiriman resmi cabor untuk diseleksi. Siapa pun yang tidak memenuhi syarat, langsung balik kanan,” ujar Risky.
Sebanyak 181 atlet dari 32 cabang olahraga mengikuti tes fisik dan kesehatan tersebut. Seleksi resmi dibuka oleh Gubernur Sumbar yang diwakili Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Mahdianur Musa, bersama Ketua KONI Sumbar Hamdanus.
Risky menegaskan, KONI Sumbar tak mengenal istilah anak emas maupun anak tiri. Semua atlet diperlakukan sama di atas standar yang telah ditetapkan.
“Tidak ada anak kandung, tidak ada anak tiri. Semua sama rata. Yang tidak lolos kriteria, ya dicoret,” ujarnya lugas.
Bahkan, status peraih medali PON Aceh-Sumut tak menjadi jaminan aman. Jika performa fisik dan kesehatan tak memenuhi standar, pencoretan tetap dilakukan.
“Untuk apa mempertahankan atlet yang tidak siap? Kita akan terapkan sistem promosi dan degradasi. Medali masa lalu bukan tiket abadi,” tegas Risky. (almadi)
