Tahun 2018, Tantangan UPT Gor H Agus Salim Makin Berat

 Daerah

IMG_20180102_111502

Padang – Unit Pelaksana Teknis (UPT) Komplek Olahraga Gor H.Agus Salim Padang perlahan namun pasti setiap tahunnya berhasil meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari komplek olahraga satu satunya di Kota Padang itu.

Jika tahun 2016, pendapatan yang berhasil dikumpulkan sebesar Rp 1,8 milyar, tahun ini UPT Gor H.Agus Salim Padang mengumpulkan Rp 2,2 milyar. Kenaikan tersebut ditopang dari meningkatnya kegiatan masyarakat yang dilakukan disana.

Kepala UPT Gor H.Agus Salim Padang Mulyadi kepada Sumbar Post mengatakan, pendapatan tertinggi berasal dari penyewaan kegiatan masyarakat atau perusahaan maupun pemerintah di kawasan tersebut.

Pendapatan lainnya yang masuk ke kas daerah seperti dipaparkan Mulyadi adalah pendapatan sewa dari Kolam Renang Taratai, serta sewa Stadion H.Agus Salim, dan fasilitas olahraga lainnya.

Namun demikian, hasil yang dicapai selama 2017 juga bukan sebagai ajang untuk pamer kinerja maupun membuat terlena. Akan tetap dikatakan Mulyadi, banyak tantangan yang akan dihadapi selama tahun 2018 mendatang.

“Tantangan yang kita hadapi selama 2018 sangat besar. Betapa tidak, tantangan tersebut membuat PAD dari pengelolaan kawasan Gor ini menjadi berkurang,”ungkap Mulyadi.

Tantangan yang dimaksudkan Mulyadi yakni, akan ditetapkannya kawasan GOR H.Agus Salim sebagai Kawasan Tanpa Rokok (KTR). Perda KTR sedang dibahas Walikota bersama DPRD Padang.

“Jika Perda tersebut sudah disahkan,otomatis semua kegiatan tidak bisa disponsori oleh rokok disini. Padahal dari kegiatan yang disponsori rokok, lumayan besar pendapatannya. Itu yang jadi tantangan kita,”katanya.

Disamping itu juga karena Semen Padang FC terdegradasi ke Liga 2. Otomatis pertandingan yang dijalankan klub kebanggaan masyarakat Sumbar ini tidak sebanyak ketika di Liga 1.

“Dua item itu cukup besar dalam menambah PAD untuk Komplek Gor H.Agus Salim. Mengingat tahun 2018 target kita juga besar, sehingga kita harus lebih bekerja keras lagi. Jika dikaji dari penelitian Fakultas Ekonomi Unand bekerjasama dengan Bapenda Kota Padang tahun 2016 lalu, idealnya pendapatan dari pengelolaan Gor lebih kurang Rp 1,9 milyar. Sementara kita sudah melewati angka itu tahun 2017,”pungkasnya.(*)

banner 468x60

Related Posts